Sementara itu Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho menjelaskan bahwa strategi lain yang juga mendorong kinerja solid yakni pengelolaan dana murah.
BACA JUGA:BSI dan Mekari Kolaborasi Ciptakan Ekosistem Keuangan Syariah Digital Terintegrasi
BACA JUGA:BSI Gandeng GAHC, 1.000 Sertifikasi Halal Australia Disiapkan untuk UMKM Indonesia
Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh konsisten dengan Tabungan sebagai engine growth, sehingga menjaga komposisi Dana Murah (CASA) di level 61,78% atau Rp199,48 triliun.
Ekosistem payroll dan haji terbukti mampu mendorong pertumbuhan DPK 8,83% (YoY) mencapai Rp323 triliun.
Tabungan BSI mencapai Rp141,30 triliun, tumbuh 9,71% (YoY).
Melesatnya bisnis berbasis emas, kata Ace Cahyo, meningkatkan pendapatan margin perseroan ke level Rp14,09 Triliun, tumbuh 16,61% (YoY) serta pendapatan berbasis fee menjadi Rp2,94 triliun, naik 18,37%.
BACA JUGA:BSI International Expo 2025 Raup Transaksi Rp2,66 Triliun, 60 Ribu Pengunjung Hadir
BACA JUGA:BSI Griya Tumbuh Pesat, Menyasar Gen Z dan Milenial dengan Skema Pembiayaan Fleksibel
Di sisi lain, peningkatan DPK menjaga aset BSI pada angka Rp401 triliun.
Layanan bulion bank yang dibuka pada Februari 2025 juga turut berkontribusi pada kinerja perseroan karena dapat menghasilkan fee based income dari transaksi jual dan beli emas melalui BYOND.
Total Tabungan Emas masyarakat telah menyentuh 1 ton.
“Memasuki akhir tahun ini, kami akan melanjutkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen yang sustain dan sehat, transformasi digital berkelanjutan agar layanan BSI makin cepat, efisien, dan inklusif dan peningkatan kapabilitas SDM serta IT dan infrastruktur”, pungkasnya.
BACA JUGA:BSI Dukung Jemaah Haji dengan Fasilitas Khusus, Tekankan Prinsip ESG dalam Layanan
BACA JUGA:BSI Tekankan Relevansi Ekonomi Syariah Terhadap Pembangunan Ekonomi Indonesia melalui GIFS 2025
Inovasi Layanan Digital Faktor Kunci Pertumbuhan Bisnis
BSI terus bertransformasi dalam layanan digital dengan menghadirkan aplikasi BYOND untuk nasabah ritel dan BEWIZE untuk nasabah institusi.