“Penyalur terbesar berasal dari Bank BRI dengan nilai lebih dari Rp2 triliun,” jelasnya.
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Way Kanan, Tak Berpotensi Tsunami
BACA JUGA:Belum Tergeser, Muba Masih Duduki Puncak Klasemen Porprov XV dengan 63 Emas
Menurut Amiruddin, program ini tidak hanya berorientasi pada kredit, tetapi juga pemberdayaan.
Banyak pelaku UMKM yang berhasil naik kelas setelah mendapatkan pendampingan lanjutan.
Dari tingkat nasional, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa pencapaian KUR tahun ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.
Ia menyebut porsi pembiayaan untuk sektor produksi meningkat menjadi 60 persen, capaian tertinggi sepanjang sejarah program KUR.
BACA JUGA:Tanpa Diperkuat Megawati, Manisa BBSK Tumbang di Kandang Pemuncak Kadinlar 1 Ligi
BACA JUGA:Revitalisasi BUMDes Mati Suri, DPMD PALI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa
“Kolaborasi ini harus kita jaga. Pemerintah pusat, daerah, dan dunia perbankan harus terus bersinergi agar sektor usaha kecil menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” ujarnya.
Maman menambahkan, target pemerintah pada 2026 adalah meningkatkan porsi sektor produksi menjadi 62 persen.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Bangsa ini dibangun dari semangat kemandirian. KUR menjadi salah satu instrumen penting menuju ekonomi rakyat yang kuat,” pungkasnya.