Banjir di OKI Meluas, Bupati Muchendi Minta OPD Siaga 24 Jam

Senin 12-01-2026,18:29 WIB
Reporter : Mujianto
Editor : Mujianto

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTH) OKI mencatat sekitar 4.400 hektare sawah petani terendam banjir yang tersebar di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, Pampangan, dan Jejawi.

Pelaksana Tugas Kepala DKPTH OKI, Alexsander menjelaskan, sebagian besar sawah di Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan padi dengan pola tanam IP 200 yang ditanam pada November–Desember.

BACA JUGA:Banjir OKU Timur, Rumah Zakat Sumsel Terjunkan Relawan untuk Bantu Warga Terdampak

Sementara di Kecamatan Air Sugihan, tanaman padi sudah memasuki masa panen.

“Untuk sawah yang terdampak, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian dengan total luasan sekitar 578 hektare,” katanya.

Sementara Dinas Pendidikan OKI mencatat 18 sekolah di empat kecamatan tersebut juga terdampak banjir.

Agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung Disdik OKI mengeluarkan kebijakan belajar daring.

BACA JUGA:Kunjungi Kanwil DJBC Aceh, Menkeu Purbaya Tegaskan Peran Strategis Bea Cukai

“Bagi sekolah-sekolah terdampak juga dijadikan posko evakuasi sementera diterapkan pembelajaran secara daring,” ungkap Kadisdik OKI, M Refly.

OPD Diminta Siaga 24 Jam

Sementera Bupati OKI, H Muchendi  mengintruksikan  kesiapsiagaan perangkat daerah dalam menghadapi potensi banjir, longsor, dan dampak hidrometeorologi lainnya akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya minta seluruh OPD melakukan upaya menyeluruh terhadap sarana dan prasarana serta kebutuhan masyarakat yang terdampak.

BACA JUGA:Debit Air Sungai Pemulutan Mulai Dipantau, Polisi Beri Peringatan Penting Bagi Warga

Dirikan posko, siagakan petugas, pastikan semua benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat,” tegas Muchendi

Ia juga secara khusus meminta Dinkes OKI agar memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal dalam kondisi darurat.

“Dinas Kesehatan harus siap penuh, baik dari sisi tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, hingga logistik medis. Pelayanan kesehatan harus siaga 24 jam,” ujarnya.

Kategori :