Juga tidak menjaga lisannya seperti tetap berbohong, tetap berdusta, ghibah, namimah mencela dan menyakiti orang.
Barangkali puasanya sah tetapi sama sekali tidak bernilai pahala disisi Allah Ta’ala.
Dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 183, Allah berfirman: “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
BACA JUGA:Puasa Ramadan Tapi Perut Malah Buncit? Ternyata Ini Biang Keladinya
Inilah target dan tujuan akhir kita, kita digembleng oleh Allah selama bulan Ramadan agar menjadi orang yang bertaqwa.
Karena selama 1 bulan kita melatih diri, bukan hanya (puasa) menahan makan dan minum saja.
Bukan hanya menahan diri dari syahwat bagi suami atau istri di siang hari saja.
Tetapi melatih diri agar bisa berakhlaq baik atauu mulia.
BACA JUGA:Ramadan Tinggal Hitungan Hari! Lakukan 10 Persiapan Ini agar Puasa Tetap Kuat
BACA JUGA:Bangun Sahur Tapi Tetap Fit? Ini Rahasia Pola Tidur Sehat Selama Ramadan
Di dalam hadits yang cukup populer juga disebutkan bahwa “Puasa adalah benteng.”
Puasa adalah benteng yang bisa membentengi pelakunya dari perbuatan maksiat.
Itulah harapan Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam dari puasa kita.
Sehingga beliau mengatakan “Jangan kita berkata-kata rafats (keji, buruk, mungkar, berkata jorok) yang sifatnya bisa membangkitkan syahwat dan jangan berkata bodoh atau berperilaku bodoh”.
BACA JUGA:Ramadan Segera Tiba, 5 Camilan Murah Meriah Ini Bikin Menu Buka Puasa Tetap Nikmat