Dalam pertemuan itu, Muchendi menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan membantu agar Aisyah dapat kembali melanjutkan pendidikan.
BACA JUGA:Siap Kerja 24 Jam! Ini Alasan Wabup Lahat Widia Ningsih Percepat Pindah ke Rumah Dinas
BACA JUGA:PNS Sumringah! THR 2026 Naik 10 Persen
“Pendidikan tetap penting, apa pun keadaan keluarga. Pemerintah akan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan agar ia bisa kembali belajar,” ujarnya.
Untuk mengejar ketertinggalannya, Aisyah akan didampingi mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Program Paket A setara sekolah dasar guna menuntaskan jenjangnya.
Sementara itu, kebutuhan seragam sekolahnya dipenuhi melalui program bantuan seragam sekolah gratis dari pemerintah daerah.
Selain memastikan akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten OKI juga memugar rumah Saimah melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
BACA JUGA:Diduga Jual Tanah Negara, JPU Tuntut Mantan Kades di Ogan Ilir 6 Tahun Penjara
BACA JUGA:Kemenkeu Resmi Tetapkan Kurs Pajak Periode 4–10 Maret 2026, USD Rp16.800
Rumah kayu yang sebelumnya rapuh kini diperbaiki agar lebih aman dan layak ditempati.
Bagi Saimah, bantuan tersebut meringankan beban yang selama ini ia tanggung seorang diri.
“Saya hanya ingin cucu saya sekolah lagi, supaya nasibnya lebih baik dari kami,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Ketua TP PKK OKI, Ike Muchendi menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam proses tumbuh kembang anak perempuan seusia Aisyah.
BACA JUGA:4 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan, Nomor 1 Sumber Keuangan
“Anak-anak pada usia ini sedang mencari jati diri. Mereka perlu didengar dan didampingi. Kita ingin memastikan ia tumbuh dengan percaya diri dan tidak merasa sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, TP PKK akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, perangkat desa, dan pihak sekolah untuk memberikan pendampingan berkelanjutan, termasuk memastikan kesiapan psikologis Aisyah saat kembali belajar.