PRABUMULIH, PALPRES.COM - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Karangan menggelar panen raya buah semangka, Rabu 11 Maret 2026 pukul 10.00 WIB.
Dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare itu, buah semangka yang berhasil di panen mencapai 15 ton.
Dengan harga jual mencapai Rp 7-8 ribu per kilogram.
Cuan pun mengalir ke kas Bumdes berdasarkan laba keuntungan.
BACA JUGA:Terdakwa Kasus APAR Dana Desa Empat Lawang Dituntut 20 Bulan Penjara
BACA JUGA:Terjerat Dugaan Korupsi Dana Desa di PALI, Pj Kades Karang Tanding Divonis 5 Tahun Penjara
Pembibitan buah semangka yang menggunakan dana desa tahun 2025 ini, ternyata berhasil di Desa Karangan.
Sehingga dapat menopang kehidupan para petani. Serta untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Karangan.
Panen buah semangka yang buahnya sangat besar-besar ini dihadiri langsung Walikota Prabumulih yang diwakili Asisten II Setda Kota Prabumulih, Drs. H. Muhammad Ali, M.Si. Serta kepala dinas pertanian dan kepala dinas Kominfo juga Kapolsek RKT Ipda Wendy K.
Menurut Asisten II Setda Kota Prabumulih, Drs. H. Muhammad Ali, M.Si mengatakan, panen raya ini menjadi salah satu upaya mendorong ketahanan pangan daerah sekaligus menunjukkan potensi pertanian yang dimiliki Kota Prabumulih.
BACA JUGA:Inovasi Bioflok di Kikim Selatan: Cara Cerdas Kades Markoni Kelola 20 Persen Dana Desa!
BACA JUGA:Tuntas di 7 Desa! Camat Muara Payang Cek Langsung Hasil Pembangunan Dana Desa 2025
Pengembangan sektor pertanian hortikultura seperti semangka dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menekan laju inflasi daerah.
"Ini menjadi bukti bahwa lahan di kota Prabumulih cukup subur dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman, tidak hanya tanaman perkebunan seperti karet. Masyarakat dapat mengembangkan berbagai komoditas pertanian, seperti buah-buahan dan sayuran, yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Karangan, Yayan Kurniawan, A.Md mengatakan kegiatan panen raya semangka ini merupakan hasil kerja sama dan semangat masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan pertanian produktif.