Pemkab Muba
Banner Honda PCX

Devisa Ekspor Sawit Aceh Melonjak 445 Persen, Tembus Rp360 Miliar

 Devisa Ekspor Sawit Aceh Melonjak 445 Persen, Tembus Rp360 Miliar

Nilai devisa ekspor komoditas kelapa sawit (CPO dan Palm Kernel Shell / cangkang sawit) yang diekspor langsung melalui pelabuhan di Aceh, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan -Bea Cukai Banda Aceh -

BANDA ACEH, PALPRES.COM - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat pertumbuhan nilai devisa ekspor yang sangat signifikan pada komoditas kelapa sawit (CPO dan Palm Kernel Shell / cangkang sawit) yang diekspor langsung melalui pelabuhan di Aceh.

Berdasarkan data kepabeanan periode Januari hingga April 2026, akumulasi nilai devisa ekspor melesat mencapai Rp360,06 miliar, naik lebih dari 445% dibanding periode yang sama pada tahun 2025 (Rp65,97 miar) dan tahun 2024 (Rp55,10 miliar).

Untuk Total Devisa Ekspor komoditas tersebut di tahun 2025 tercatat mencapai total Rp1,18Triliun.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh menyampaikan bahwa instansinya berkomitmen penuh untuk memberikan informasi secara periodik mengenai perkembangan ekspor dan impor suatu produk secara transparan kepada publik.

BACA JUGA:PPNS Bea Cukai Lhokseumawe Dalami KUHAP Baru, Siap Perkuat Penegakan Hukum

BACA JUGA:Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan Emas 527 Gram ke Malaysia, Nilainya Capai Rp1,45 Miliar

"Melalui penyajian data yang readiness criteria ini, kami ingin memberikan gambaran utuh mengenai peta kekuatan komoditas daerah.

Data kinerja kelapa sawit yang melonjak tajam hingga April 2026 ini merupakan salah satu bukti nyata, bahwa Aceh memiliki basis volume yang kuat untuk dikembangkan lebih jauh melalui industri pengolahan produk turunan," ujarnya.

Melihat tren volume komoditas kelapa sawit yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun, terdapat peluang besar dalam optimalisasi nilai tambah melalui pemanfaatan limbah pengolahannya dengan konsep zero waste.

Limbah pemrosesan seperti tandan kosong kelapa sawit dapat diolah menjadi pupuk organik.

BACA JUGA:Bea Cukai Lhokseumawe Masuk Sekolah, Edukasi Siswa Soal Bahaya Barang Ilegal

BACA JUGA: Kinerja Bea Cukai Lhokseumawe 2026: Rp185 Miliar Terkumpul, 9,21 Juta Rokok Ilegal Disita

Sementara itu, produk sampingan berupa bungkil inti sawit (palm kernel cake) memiliki potensi besar untuk diproduksi menjadi pakan ternak berkualitas tinggi, yang tidak hanya potensial untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor.

Melalui penyajian data yang transparan serta pemetaan potensi ekonomi yang akurat, Kanwil DJBC Aceh berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas ekonomi wilayah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: