Dibakar dalam Bambu, Ini Alasan Lemang Muratara Jadi Favorit Buka Puasa
Lemang dibuat dari beras ketan pilihan yang dipadukan dengan santan gurih dan gula aren alami, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu yang dilapisi daun pisang.-PergiKuliner.com-
PALPRES.COM - Di tengah beragam menu berbuka puasa, lemang tetap menjadi primadona di wilayah Musi Rawas Utara.
Hidangan tradisional ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol kebersamaan dan warisan budaya yang terus dijaga hingga kini.
Lemang dibuat dari beras ketan pilihan yang dipadukan dengan santan gurih dan gula aren alami, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu yang dilapisi daun pisang.
Proses pembakaran perlahan inilah yang menciptakan aroma khas, rasa legit, serta tekstur lembut yang sulit ditolak.
BACA JUGA:Gak Cuma Kurma dan Gorengan! Coba 8 Takjil Kreatif Ini di Ramadan
BACA JUGA:Gurihnya Bikin Ketagihan! Ini Alasan Gorengan Tak Pernah Absen Saat Buka Puasa
Tak heran jika lemang selalu menjadi sajian andalan saat bulan Ramadan tiba.
Sejarah Lemang: Tradisi yang Tak Lekang Waktu
Masyarakat Muratara telah mengenal lemang sejak lama.
Awalnya, makanan ini disajikan dalam acara adat dan perayaan penting.
BACA JUGA:Setiap Ramadan Dicari! Bubur Kacang Hijau Ternyata Punya Rahasia Ini
BACA JUGA:Bikin Sendiri di Rumah! Ini Resep Srikaya Tape Lembut dan Legit untuk Berbuka
Seiring waktu, lemang menjadi menu wajib saat bulan suci Ramadan, khususnya sebagai hidangan berbuka puasa.
Selain Ramadan, lemang juga kerap hadir dalam pernikahan, syukuran, hingga hari besar keagamaan.
Kehadirannya bukan hanya soal rasa, tetapi juga makna kebersamaan dan rasa syukur.
Cara Membuat Lemang Khas Muratara
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
