Warisan Leluhur Jawa, Ini 5 Jenis Puasa Kejawen yang Masih Diamalkan
Puasa Kejawen tidak hanya dipahami sebagai latihan fisik, tetapi juga sebagai jalan pengendalian diri dan pendalaman spiritual. --freepik
PALPRES.COM - Di tengah arus modernisasi, sejumlah tradisi spiritual Jawa masih bertahan dan terus diamalkan oleh sebagian masyarakat.
Salah satunya adalah puasa Kejawen, sebuah laku tirakat yang dipercaya mampu menajamkan batin, menata jiwa, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Puasa dalam tradisi Kejawen tidak semata-mata menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi sarana pengendalian diri, pengosongan hawa nafsu, dan latihan kesadaran spiritual.
Hingga kini, setidaknya ada lima jenis puasa Kejawen yang masih dikenal dan dijalani.
BACA JUGA:Negara Hukum di Atas Kertas, Negara Administrasi di Lapangan
BACA JUGA:Tak Perlu Mahal! 7 Buah Favorit Ini Cocok Jadi Menu Buka Puasa
1. Puasa Nglangkung Dina (Puasa Ngebleng)
Puasa ini dilakukan dengan menahan makan dan minum selama satu hari penuh, biasanya dari maghrib hingga maghrib berikutnya.
Dalam praktiknya, puasa ini sering disertai dengan menyepi dan membatasi aktivitas.
Makna batinnya:
BACA JUGA:Ramadan Makin Dekat, Ini 8 Kurma Favorit Umat Muslim di Dunia
BACA JUGA:Puasa Kok Makin Lesu? Coba 12 Tips Sederhana Ini, Dijamin Lebih Bertenaga!
Melatih keheningan jiwa, fokus pada perenungan, serta memperkuat pengendalian diri.
2. Puasa Pangan Suci (Puasa Mutih)
Dalam laku ini, pelaku hanya mengonsumsi nasi putih dan air putih tanpa tambahan apa pun. Puasa ini kerap dijalani selama beberapa hari sesuai niat tirakat.
Makna batinnya:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
