Banner Honda PCX

Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)

Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)

Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway menggelar talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang yang diikuti 500 pengusaha dari berbagai tanah air/--Ist

Sejak pagi, ratusan pengusaha dari berbagai sektor itu mengelola Problemnya pun macam-macam.

Ada yang sukses tanpa dibebani utang. Tapi banyak juga sedang berjuang keras menutup utang. Di tengah dunia usaha yang sedang baik-baik saja saat ini.

BACA JUGA:Diduga Peras Pengusaha Jasa Sungai, 5 Oknum Diamankan Penyidik Kejati Sumsel

BACA JUGA:Asosiasi Pengusaha Reklame Dibentuk, Dorong Penataan dan Perizinan di Palembang

Di balik kebimbangan para pengusaha itu, Founder Disway Group Dahlan Iskan memecah ketegangan.

”Sekarang kita akan tampilkan orang-orang yang pernah musyrik. Beliau akan buka-bukaan di sini,” ucap Dahlan yang disambut tawa ratusan peserta. 

Dalam sesi itu, lima pengusaha tampil sebagai pembicara. Mereka adalah Founder Dawang Group Tri Dawang, CEO PT Turrima Agro Mas Mulyono, CEO PT. Keraton Agri Ponorogo Syaikhul Hadi, CEO PT Inspirasi Prima Nusantara Fauzi Priambodo, dan Zainur Rohman.

Dahlan menyebut, kelima pengusaha ini merupakan orang yang tangguh-tangguh.

BACA JUGA:LinkUMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana Modern

BACA JUGA:LinkUMKM BRI Dorong Pengusaha Perempuan Naik Kelas, JJC Rumah Jahit Kembangkan Wastra Eksklusif

Yang berhasil membebaskan diri dari segala utang untuk mengembangkan usaha. Meski harus berdarah-darah untuk bisa bangkit. 

”Misalnya Pak Syaikhul ini. Yang pernah berurusan dengan polisi. Karena menawarkan 800 cek kosong kepada suppliernya. Dan kejadian itu ada yang di terjadi hotel ini. Katanya beliau tadi sempat trauma masuk sini,” celetuk Dahlan. Tawa peserta pun sekali lagi meledak. 

Syaikhul pun membenarkan kejadian itu. Sebelum bergerak ke bisnis syariah, Ia adalah distributor benih dan pupuk pertanian. Saat itu, Ia mengakui terlalu agresif membangun pasar.

Ia pun meminjam utang ke perbankan miliaran untuk mengembangkan bisnis. 

BACA JUGA:Hebat! Pengusaha Ikan di Prabumulih Jadi Pemasok Utama Program Gizi Nasional

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: