Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)
Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway menggelar talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang yang diikuti 500 pengusaha dari berbagai tanah air/--Ist
PALPRES.COM - Utang itu mengerikan. Tapi, tidak berutang, sering kali jauh lebih mengerikan bagi seorang pengusaha. Apalagi jika darah bisnisnya sedang mendidih untuk berlari.
Anda yang kebetulan sedang merintis usaha pasti tahu rasanya. Saat bisnis mulai merangkak naik. Pesanan datang bertubi-tubi. Grafik penjualan menanjak. Tapi masalah baru muncul: kapasitas produksi sudah mentok.
Harus beli mesin baru. Harus tambah gudang. Harus rekrut karyawan.
Pertanyaannya satu: Uangnya dari mana?
Pilihan pertama, seringkali adalah mengambil utang. Begitu tanda tangan, suntikan dana segar langsung masuk rekening. Mesin baru terbeli. Kapasitas naik dua lipat. Cita-cita ekspansi terwujud.
Tapi, ada harga yang harus dibayar mahal. Tiap bulan ada cicilan. Ada bunga atau margin yang mengejar.
Tanggal jatuh tempo mendadak berubah menjadi hantu yang paling menakutkan di akhir bulan.
Belum lagi risiko mematikan kalau pasar tiba-tiba lesu. Beban utang itu bisa langsung mencekik leher.
BACA JUGA:Langkah Besar Bank Sumsel Babel, Siap Buka Jalan Ribuan Anak Muda Jadi Pengusaha Sukses
BACA JUGA:Perkuat Pemberdayaan UMKM, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pengusaha hingga April 2026
Dilema itu pula yang menggiring sekitar 500 pengusaha dari berbagai tanah air memadati Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis pagi, 13 Agustus 2026.
Mereka tafakur mendengarkan talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang. Yang digelar oleh Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
