Banner Honda PCX

Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)

Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)

Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway menggelar talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang yang diikuti 500 pengusaha dari berbagai tanah air/--Ist

BACA JUGA:LinkUMKM Jangkau 14,8 Juta Pengusaha, BRI Dorong Penguatan Usaha Berbasis Digital

Namun, saat itu merasa gelisah dengan situasi usahanya. Pikirannya tak tenang.

Antara terus berekspansi tapi ada hutang yang harus dibayar. Apalagi, sang ayah, kala itu mengingatkan Syaikhul. ”Saya tidak punya senang punya anak ada utang dan sekarang,” katanya. 

Sejak saat itu, Syaikhul sepakat untuk berubah. Ia pun mendatangi komunitas syariah yang kini bernama SyaREA World pada 2018.

”Dan saat itu, saya berhenti untuk utang. Dan membayar semua tagihan bertahap,” kata pengusaha asal Ponorogo tersebut. 

BACA JUGA:Kabar Duka! Pengusaha dan Tokoh Masyarakat Sumsel Kms Haji Abdul Halim Tutup Usia

BACA JUGA:7 Manfaat Mistis Batu Akik Sisik Ular, Nomor 6 Disebut Jadi Rahasia Para Pejabat dan Pengusaha

Dahlan pun memuji langkah Syaikhul. Ia tahu, keputusan seperti berat bagi pengusaha yang sedang bergairah.

”Seperti mobil yang sedang ngebut, tapi diminta ngerem mendadak. Pasti oleng. Tapi beliau ini sepertinya tahu. Kalau terus seperti itu, ngebut terus malah bisa masuk jurang,” katanya. 

Kini, setelah berhasil menuntaskan utang, bisnis Syaikhul makin moncer. Jika dulu Ia hanya sebagai agen, kini punya pabrik benih dan pupuk pertanian sendiri. 

Perjuangan membebaskan diri dari utang juga dituturkan Fauzi. Sebelum bergabung ke SyaREA World, Ia harus berjibaku menutup utang yang tembus hingga Rp 140 miliar. 

BACA JUGA:Jaminan Kehilangan Pekerjaan Diperkuat: Perlindungan Optimal bagi Pekerja dan Pengusaha di Muba

BACA JUGA:28 Pengusaha Pemula OKI Pelajari Bisnis Pengolahan Susu Kambing Modern di Lampung

Ia mengakui, saat merintis usaha, kegiatan berutang sering dijalankan guna membesarkan bisnis.

Awalnya, hanya pinjam Rp1-2 miliar ke perbankan. Tapi lambat laun, Ia seperti ingin terus menambah utang demi melebarkan bisnis. ”Saya sudah adiktif utang,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: