40 Hari di Desa, Mahasiswa STIT YPI Lahat Bawa Perubahan Nyata: Ini Hasilnya
Kadisdikbud Lahat, H Niel Aldrin SE MAP dan Ketua STIT YPI, Drs H Taufik Sakni MPdi bubuhkan tanda tangan berita acara penarikan mahasiswa dari kegiatan KKN.-Bernat-palpres.com
LAHAT, PALPRES.COM - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yayasan Pendidikan Islam (STIT YPI) Lahat, resmi menutup kegiatan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXVII Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung kampus.
Ketua STIT YPI Lahat, Drs H Taufik Sakni MPdi menyampaikan, apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas pengabdian di masyarakat, bahwasanya masa 40 hari di desa bukan sekadar rutinitas akademik.
Yang mana kegiatan KKN menjadi ruang belajar nyata di tengah masyarakat.
“Selama 40 hari kalian berjumpa dan berinteraksi dengan masyarakat. Hari ini kalian kembali ke kampus untuk melanjutkan perkuliahan seperti biasa,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
BACA JUGA:375 Mahasiswa dan Guru Honorer Dapat Beasiswa SKK Migas & Medco E&P, Begini Dampaknya!
BACA JUGA:Wujud Toleransi! Polisi Gabungan Jaga Ketat Ibadah Natal Mahasiswa Kristen Unsri di Ogan Ilir
Ia menegaskan, pengalaman di desa harus menjadi bekal berharga.
Mahasiswa diminta membagikan ilmu dan pembelajaran yang diperoleh selama KKN.
"Teori yang dipelajari di bangku kuliah harus diuji dalam praktik. Mahasiswa telah mempelajari psikologi pendidikan, kesehatan dan kebudayaan," imbaunya.
Ia menyebutkan, kemampuan tersebut dapat diterapkan untuk membantu masyarakat desa, pengalaman lapangan akan memperkaya cara pandang mahasiswa terhadap persoalan pendidikan dan sosial.
BACA JUGA:Bentuk Generasi Tangguh, Kasdim 0405 Lahat Gembleng Ratusan Siswa SMK dalam Persami Bela Negara
Selain itu, terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh pihak yang telah menerima mahasiswa KKN, sekaligus dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program pengabdian.
“Banyak pengalaman dan pengetahuan yang kalian peroleh. Itu menjadi modal penting sebagai calon pendidik dan pembimbing umat,” tukas H Taufik Sakni.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
