Bangkit dari Kode, PLN Icon Plus Hadirkan Kelas Coding Inklusif untuk Anak Autisme
program Bangkit dari Kode ini menjadi bagian dari komitmen PLN Icon Plus dalam mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bagi anak-anak berkebutuhan khusus.--PLN Icon Plus
PALPRES.COM - Dalam semangat Kebangkitan Nasional, PLN Icon Plus menghadirkan program Bangkit dari Kode melalui kegiatan Kelas Coding Inklusif: Spectrum Spark Coding bersama Forum Peduli Autisme Jawa Timur dan KIDI LENT.
Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN Icon Plus dalam mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) , khususnya pada aspek sosial melalui perluasan akses pendidikan digital yang inklusif, ramah, dan setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Mengusung semangat “Koneksi Digital untuk Kebangkitan Generasi”, kegiatan ini dirancang untuk membuka ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak dengan spektrum autisme usia 10–15 tahun.
Melalui kelas daring yang didampingi orang tua, para peserta diperkenalkan pada dasar-dasar coding hingga praktik sederhana menggunakan aplikasi Scratch bersama tim pengajar dari KIDI LENT.
BACA JUGA:TK Nusa Indah Palembang Raih Juara Umum LMC XI 2026, Bawa Pulang Piala Tetap Kemenpar RI
Pada kelas perdana, program ini diikuti oleh 23 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan Sekolah Luar Biasa Autisme River Kids, Kota Malang.
Meski berlangsung secara daring, suasana kelas tetap dibangun secara hangat dan interaktif.
Anak-anak didampingi untuk mengenal coding secara bertahap, mulai dari memahami instruksi sederhana, menyusun logika visual, hingga mencoba membuat karya digital pertama mereka melalui Scratch.
BACA JUGA:PLN Icon Plus Perkuat Peran Hadirkan Inklusivitas Digital hingga Pelosok Nusantara
BACA JUGA:Siap Cetak Mental Juara! KONI OKI Datangi Sekolah-Sekolah untuk Cari Bibit Atlet Berbakat
Bagi PLN Icon Plus, inisiatif ini bukan hanya tentang mengenalkan teknologi, tetapi juga menghadirkan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan percaya diri di tengah perkembangan dunia digital.
Melalui pendekatan belajar yang adaptif dan interaktif, anak-anak diajak memahami logika, kreativitas, serta keberanian mencoba hal baru melalui aktivitas coding yang sederhana dan menyenangkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

