Honda

Warga Perbatasan Papua Belajar Masak Opor, Mama Mince: Tidak Kalah dengan Kuah Kuning Kami

Warga Perbatasan Papua Belajar Masak Opor, Mama Mince: Tidak Kalah dengan Kuah Kuning Kami

Mama mince di perbatasan Papua belajar masak opor kepada anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 143/TWEJ Pos Tatakra.--Pendam II/Swj

BACA JUGA:Masakan Pindang Warisan Nenek Moyang Melayu Pesisir

Opor putih lebih banyak diminati oleh kalangan emak-emak (sebutan), yaitu para wanita Tionghoa yang sudah membaur dengan kebiasaan setempat mengenakan baju kurung (bukan kebaya) dan sarung selayaknya penduduk setempat.

Penampilan unik ini hanya ada di Jawa. Inilah yang disebut emak-emak atau golongan Tionghoa babah.

Sebutan Tionghoa babah adalah golongan yang sudah berasimilasi dan berbaur dengan penduduk lokal, sementara Tionghoa totok adalah golongan yang baru datang dari China dan belum berbaur.

Sementara opor kuning, biasa dimasak oleh penduduk asli dengan menambahkan kunyit, dengan alasan “luwih ayu” (lebih cantik), tidak pucat dan lebih menyehatkan badan karena kunyit sebagai penyeimbang santan.

BACA JUGA:Ampela Masak Pedas Mengugah Selera

Seperti diketahui bahwa fungsi kunyit sangat baik untuk kesehatan tubuh. Makna warna kuning diasosiasikan dengan emas, yang berkonotasi kemakmuran dan kemakmuran.

Dalam kesempatan tersebut, Danpos Tatakra Letda Inf Michael Erlangga mengatakan, kegiatan tersebut di samping mempererat tali silaturahmi juga mengenalkan menu Opor kepada mama sebagai inovasi baru dalam menyantap Papeda.

"Kami coba kenalkan resep-resep masakan dari luar daerah Papua dengan harapan menambah ramainya khasanah kuliner Papua," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: