Sampah Berserakan Buat Resah, Warga Pakai Cara Ini Agar Pembuang Sampah Jadi Jera
Warga membuat tulisan larangan membuang sampah setelah bergotong royong membersihkan sampah di tepi jalan.-Eko Wahyudi-Palpres.com
BACA JUGA:Ini Cara Mencairkan Dana Bansos Rp.3.000.000 untuk Balita
Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni SH mengajak masyarakat agar dapat terus berinovasi dengan membuat tempat pembuangan sampah di lingkungan masing-masing.
“Kita sarankan satu dusun memiliki satu lubang sampah,” ujarnya.
Menurut Alpian, untuk sampah yang hendak dimasukkan ke lubang harus dipisah antara sampah organik dengan non organik.
“Ya, hal itu sangat penting untuk menjaga agar tanah tidak tercemar,” jelasnya.
Wali Kota menyatakan untuk jarak pengangkutan sampah misalnya dari wilayah Dempo Selatan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Simpang Padang Karet tentu sangatlah jauh sekali.
“Sebab itu kita mengajak masyarakat agar bisa berinovasi, dengan membuat lubang pembuangan sampah sendiri,” katanya.
Alpian juga menjelaskan hal ini bisa menjadi solusi dalam mengatasi masalah sampah. “Jadi memang perlu adanya inovasi, sehingga dengan cara itu masyarakat pun bisa sangat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah,” terangnya.
Untuk saat ini, pengangkutan diintensifkan sehari ada yang dua kali mengingat untuk mengatasi timbunan sampah dibeberapa sudut Kota Pagaralam.
Ia juga mengingatkan, kepada masyarakat untuk tetap mematuhi jadwal pembuangan sampah di titik yang dilalui armada angkutan sampah.
“Dengan demikian, jika tepat waktu sampah dibuang, maka timbunan sampah tidak terlihat. Karena, petugas kebersihan memiliki jadwal untuk pengangkutan sampah di sejumlah rute,” kata dia.
Dirinya tak menampik, masih banyak juga masyarakat yang membuang sampah setelah jadwal pengangkutan. Sehingga wajar meskipun sudah diangkut sampah masih ditemukan menumpuk di sisi jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: palpres.co m