Honda

Infrastruktur Rusak Berat, Dua Instansi Pemkab Lahat Gelontorkan Dana Segini

Infrastruktur Rusak Berat, Dua Instansi Pemkab Lahat Gelontorkan Dana Segini

Salah satu insfrastruktur yang perlu diperbaiki pasca banjir bandang di Kabupaten Lahat-PALPRES.COM-

LAHAT, PALPRES.COM - Infrastruktur yang ada di Kabupaten Lahat, tidak luput dari hancurnya bangunan tersebut disebabkan terjangan banjir bandang yang melanda Bumi Seganti Setungguan belum lama ini.

Alhasil, dua instansi pemerintah yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mengelontorkan dana sebesar Rp61,4 M untuk mengerjakan beberapa item pembangunan.

"Ketersediaan dana nantinya, akan diambil dari belanja tak terduga (BTT) bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD)," ungkap Kepala BPBD Lahat, Drs H Ali Afandi MPdi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Ananta ST MT, Jumat 5 Mei 2023.

Ananta menambahkan, pembangunan yang dimaksud mulai dari saluran pengelolaan air minum, jembatan, talut, saluran pembuangan air limbah (SPAL) dan lain sebagainya.

BACA JUGA:Buka Rapat Taklimat Awal Audit kinerja Irwasda, Kapolda: Pastikan Akuntabilitas Aparatur Polri

"Kita saat ini sedang mendata kerusakan yang diakibatkan banjir bandang, sekaligus mengestimasi anggaran untuk masuk prioritas utama," sebutnya.

Dirinya menjelaskan, untuk pelaksanaan dari BPBD Lahat meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur pasca bencana.

"Yakni Jembatan Gantung di Kecamatan Pagar Gunung, Jembatan Gantung di Desa Ulak Bandung (Stupe), Lahat, lalu rehab siring air apul alias SPAL di Kelurahan Pasar Bawah, Lahat," ulas Ananta.

Kemudian, lanjut Ananta, ada juga siring irigasi di Desa Pandan Arang Ilir, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat.

BACA JUGA:Akomodasi Anak Disabilitas Harus Terpenuhi, Ini Penjelasan Ketua TP PKK Lahat!

“Infrastruktur yang diperbaiki dan dibangun karena memang berdampak pada sektor perekonomian, sektor pariwisata dan banyak lainnya yang mempengaruhi, jadi segera dilakukan pemulihan," paparnya.

Menurut dia, pengerjaan akan dilakukan setelah proses tahapan anggaran selesai, lantaran kalau menggunakan dana pemerintah harus perlu administrasi.

“Item kegiatan dikerjakan apabila proses administrasi cepat, apabila sudah maka pengerjaan bakal langsung dilakukan per kegiatan,” tegas Ananta.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ulak Bandung, Kecamatan Pajar Bulan, Tono mengatakan, ada 3 jembatan terbawa arus air saat bencana alam melanda persawahan dan perkebunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: