Honda

Yuk Mengenal Punjungan, Tradisi Turun Menurun dari Kabupaten Musirawas! Memiliki Makna Berbagi

Yuk Mengenal Punjungan, Tradisi Turun Menurun dari Kabupaten Musirawas! Memiliki Makna Berbagi

Ilustrasi-Istimewa/Net-

MUSIRAWAS, PALPRES.COM- Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan salah satu daerah memiliki Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah. Selain itu, berbagai tempat wisata yang indah pun ada.

Dibalik itu semua, ternyata Kabupaten Musirawas masih memiliki tradisi adat turun menurun yang hingga sekarang ini masih dilestarikan.

Salah satunya, Tradisi Punjungan, hingga kini masih dilakukan oleh masyarakat Frsa Sumber Asri, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musirawas.

Apa itu Punjungan? Menurut beberapa sumber, Punjungan adalah memberikan (menghantarkan) makanan berupa nasi dan lauk pauk kepada sanak keluarga, pemuka masyarakat serta tetangga saat ada gelaran hajatan Baik pernikahan, khitanan atau sunatan dan hajatan lainnya.

BACA JUGA:Tradisi Salaman Pengantin di Kecamatan Kikim Selatan Tak Lekang oleh Waktu, Cek Faktanya

Sudarni salah satu tokoh Masyarakat Desa Sumber Asri mengatakan, punjungan sudah menjadi kebiasaan dan tradisi masyarakat di desanya.

"Sudah biasa, kalau mau punya hajatan itu selalu yang namanya punjungan,"ungkapnya.

"Biasanya Punjungan diberikan kepada perangkat desa, sesepuh dan lansia jompo dan juga kerabat dan sanak famili," ujarnya.

Dituturkan, tradisi Punjungan ini, biasa dilakukan pada tiga atau empat hari sebelum pelaksanaan hajatan digelar.

BACA JUGA:Hadir di Sedekah Bumi Desa Kertayu, Pj Bupati Muba: Tetap Jaga Tradisi Ini

"Punjungan ini semacam pengganti undangan, untuk yang menerimanya, jadi harapan yang punya hajat, mereka yang diantarkan Punjungan bisa datang di saat hari pelaksanaanya untuk memberikan doa,"ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Musirawas, Emiliana mengaku punjungan merupakan tradisi khas masyarakat Jawa di Musirawas yang masih dilestarikan hingga saat ini.

"Masih ada tradisi itu, khususnya di Kecamatan Sumber Harta, Tugumulyo, Selangit dan STL Ulu Terawas termasuk juga Purwodadi," kata Emiliana.

Tradisi ini merupakan tradisi turun menurun yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: