Honda

Bukan Suriname! Negara Kaya Nikel Ini Dihuni 4.000 Orang Jawa, Kok Bisa ya?

Bukan Suriname! Negara Kaya Nikel Ini Dihuni 4.000 Orang Jawa, Kok Bisa ya?

Negara Kaya Nikel kepulauan di Pasifik, Kaledonia Baru ini ada sekitar 4.000 orang keturunan etnis Jawa yang tinggal dan menetap di negara beribukota Noumea ini-IG/-jumboias

Walaupun Negara Kecil yang luasnya hampir sama dengan luas daratan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kaledonia Baru masuk dalam jajaran negara terkayadi Pasifik.

Salah satu sumber perputaran ekonomi terbesar di negara ini datang dari pertambangan nikel.

Cadangan nikel Kaledonia Baru pada tahun 2023 mencapai 7,1 juta ton, Produksi nikel pada 2023 mencapai 230 ribu ton, Nilai ekspor nikel pada 2022 USS907,5 juta, dan PDB per kapita pada 2022 USS35.746 

BACA JUGA:Benarkah Rusia Pasok Rudal ke Houthi Untuk Lawan Israel-AS? Cek Fakta Sebenarnya

BACA JUGA:Protes di Depan Muka Netanyahu, Anggota Dewan AS Tuding Israel Penjahat Perang

Kedatangan Orang Jawa 

Tepatnya pada bulan Februari 1896, sebanyak 170 orang Kuli kontrak dipekerjakan di tiga lokasi yaitu di Tambang Nikel, Kebun Kopi dan Cokelat, serta dibidang Peternakan--pitravellers_idn

Keberadaan etnis Jawa yang kini berada dan menjadi warga Kalidonia Baru berawal dari Migrasi pertama dari Pulau Jawa ke Kaledonia Baru yang dimulai pada tahun 1896.

Kala itu, berdasarkan kesepakatan antara pemerintah kolonial Belanda dan Prancis.

Sebanyak 170 orang Jawa didatangkan ke wilayah tersebut dengan status sebagai pekerja atau kuli kontrak.

Tepatnya pada bulan Februari 1896, sebanyak 170 orang Kuli kontrak dipekerjakan di tiga lokasi yaitu di Tambang Nikel, Kebun Kopi dan Cokelat, serta dibidang Peternakan.

BACA JUGA:'Ngadi-ngadi'! Israel Bakal Labeli Badan PBB Organisasi Teroris

BACA JUGA:Hacker Pro Palestina Unjuk Gigi, Serang Kementerian Pertahanan Israel

Migrasi ini berlangsung lebih dari setengah abad

Gelombang kedatangan orang Jawa yang dibawa menuju Kaledonia Baru tak berhenti disitu saja.

Migrasi ini terus berlangsung dalam jangka waktu selama 55 tahun, sejak 1896 hingga 1949.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: