Keren! 2 Pesawat Tempur TNI AU Sukses ‘Paksa Turun’ Pesawat Asing

2 pesawat tempur TNI AU saat ‘memaksa turun’ pesawat asing yang masuk di wilayah kedaulatan udara nasional, Kamis 20 Februari 2025.-Tangkapan Layar IG@puspentni-Pusat Penerangan TNI
MADIUN, PALPRES.COM – 2 pesawat tempur TNI AU berhasil ‘memaksa turun’ pesawat asing yang masuk di wilayah kedaulatan udara nasional, Kamis 20 Februari 2025.
Dua pesawat tempur T-50i Golden Eagle kemudian memaksa pesawat “Pilot Airline” untuk turun di Lanud Iswahjudi Madiun Jawa Timur.
Sebelumnya, pesawat asing tersebut tertangkap satuan radar yang berada di bawah kendali Kosek II, memasuki wilayah udara Indonesia tanpa Flight Clearence atau izin terbang.
Merespon situasi tersebut, unsur tempur Skadron Udara 15 mendapat perintah dari Komandan Lanud Iswahjudi untuk segera melaksanakan scramble dan identifikasi langsung secara visual dengan menerbangkan dua pesawat tempur T-50i Golden Eagle.
BACA JUGA:Mantap! TNI AL Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Jaringan Internasional, Nilainya Milyaran Rupiah
BACA JUGA:TAMPIL GARANG! Heli Canggih TNI AL Gelar Operasi di Laut Mediterania, Ini Misinya
Setelah dilaksanakan proses identifikasi secara visual, diketahui bahwa pesawat asing tersebut adalah pesawat Boeing Patriot Airline.
Lakukan Pencegatan di Udara
Selanjutnya oleh pesawat tempur T-50i Golden Eagle, dilakukan intersepi dan memerintahkan pilot Patriot Airline agar mendaratkan pesawatnya (Force Down) di Lanud Iswahjudi.
Setelah pesawat asing mendarat, unsur Lanud Iswahjudi dengan sigap melaksanakan penanganan pasca Force Down.
BACA JUGA: Keren! Prajurit TNI AL Diasah Jadi Pelatih Sniper, Cek Kegarangannya
BACA JUGA:Unjuk Naluri Tempur di Atas KRI Sultan Iskandar Muda-367, Cek Kesigapan Prajurit TNI AL
Dimulai melakukan pengamanan area pendaratan oleh prajurit Yonko 463 Kopasgat, dengan menggunakan kendaraan taktis dan base rescue Disops Lanud Iswahjudi.
Proses selanjutnya, dilakukan pemeriksaan serta penggeledahan pesawat oleh tim Intelijen dan Satpom Lanud Iswahjudi dan anjing pelacak yang sudah disiapkan.
Kemudian, Tim Explosive Ordnance Disposal (EOD) Depohar 60 melakukan pengamatan dan pengamanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: