Desa Impian: PTBA Ubah Hidup Warga Sleman dari Tambang Ilegal ke Budidaya Puyuh
Desa Impian: PTBA Ubah Hidup Warga Sleman dari Tambang Ilegal ke Budidaya Puyuh.-PTBA-
PALPRES.COM – Hidup di bawah bayang-bayang tambang ilegal bukanlah perkara mudah.
Risiko kecelakaan yang selalu mengintai, razia aparat membuat dada berdebar, serta rasa cemas yang tak pernah pergi.
Itulah yang dirasakan warga Desa Sleman, Kecamatan Tanjung Agung, sebelum menemukan jalan baru lewat program Transformasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang diinisiasi oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Kini, program tersebut hadir dengan nama baru yakni Desa Impian.
BACA JUGA:PTBA Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang IICD Corporate Governance Award 2025, Apa Saja?
BACA JUGA:Dari Hobi Jadi Profesi, Tapis Pringsewu Bawa Tanti ke Panggung UMKM PTBA
Tujuannya sederhana tapi berarti besar, mendorong transformasi desa melalui kolaborasi agrikultur, sekaligus membuka peluang ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan memulihkan lingkungan bekas tambang.
Awal Mula Perubahan Profesi
Tonidi, salah seorang warga yang pernah terlibat dalam PETI, mengingat betul titik balik hidupnya.
Pada Februari 2024, ia masih aktif di tambang ilegal ketika bertemu dengan perwakilan PTBA.
BACA JUGA:Sinergi PTBA dan Pemkab Pringsewu, Cetak UMKM Talenta Muda Berkualitas
BACA JUGA:Buktikan Transformasi Hijau di Sektor Pertambangan, PTBA Sabet Katadata ESG Index Awards 2025
Melalui pertemuan sederhana itu, Tonidi mengetahui kabar besar bahwasanya PTBA ingin mengalihkan masyarakat dari ketergantungan pada tambang ilegal menuju usaha yang lebih layak.
“Bagi saya, ini angin segar,” kata Tonidi.
Ia sadar sejak lama, bekerja di PETI tidak hanya melanggar hukum, tapi juga penuh bahaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
