Pemkab Muba
Banner Honda PCX

Fenomena Flexing Influencer dan Dugaan Penipuan Investasi

Fenomena Flexing Influencer dan Dugaan Penipuan Investasi

Penulis, Triwanto, S.H, Sp.Not, M.H, Dosen Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Surakarta-Dok-

Artikel berjudul ‘Fenomena Flexing Influencer dan Dugaan Penipuan Investasi’ ditulis oleh Triwanto, S.H, Sp.Not, M.H, Dosen Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Surakarta.

 

MEDIA sosial saat ini tidak hanya menjadi ruang hiburan dan komunikasi, tetapi juga telah berubah menjadi arena pembentukan gaya hidup, opini publik, hingga perilaku ekonomi masyarakat.

Salah satu fenomena yang semakin marak adalah budaya flexing, yaitu tindakan memamerkan kekayaan, barang mewah, kendaraan mahal, liburan eksklusif, hingga gaya hidup glamor di media sosial.

Fenomena ini semakin kuat ketika dilakukan oleh influencer yang memiliki jutaan pengikut dan pengaruh besar terhadap publik, khususnya generasi muda.

Persoalannya, tidak sedikit praktik flexing tersebut kemudian dikaitkan dengan promosi investasi bodong, trading ilegal, atau skema keuangan yang merugikan masyarakat.

BACA JUGA:Celine Abigail Br Sinulingga: Jawaban Indah di Ujung Penantian 13 Tahun

BACA JUGA:Mau Tahu Masa Depan Lebih Baik? Ikuti Perjamuan Malam Tuan di Palembang!

Dalam beberapa tahun terakhir, publik berkali-kali dikejutkan dengan kasus influencer yang mempromosikan investasi dengan janji keuntungan tinggi, namun berujung pada dugaan penipuan dan kerugian besar bagi masyarakat.

Modusnya relatif serupa dimana influencer menampilkan gaya hidup mewah sebagai “bukti keberhasilan” investasi tertentu, lalu mengajak pengikutnya ikut bergabung.

Mobil sport, rumah mewah, saldo fantastis, hingga perjalanan ke luar negeri dijadikan alat persuasi psikologis untuk membangun kepercayaan publik.

Padahal dalam banyak kasus, kekayaan yang dipamerkan justru menjadi bagian dari strategi pemasaran yang menyesatkan.

BACA JUGA:Ultimatum Konstitusional: Kebijakan Presiden Tidak Kebal Uji

BACA JUGA:Inovasi Limbah Dapur dan Air Leri Jadi Pupuk Organik Cair, Solusi Pertanian Berkelanjutan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait