Stok Pupuk Subsidi Kosong, Petani di OKU Selatan Terancam Gagal Panen

Senin 07-11-2022,18:34 WIB
Reporter : Andriansyah
Editor : Firdaus

OKU SELATAN,PALPRES.COM - Gagal panen kini mulai menghantui petani jagung hampir di seluruh wilayah Kecamatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. 

 

Pasalnya, petani sempat tak menggunakan pupuk, lantaran tak adanya stok pupuk bersubsidi dari pemerintah tersebut.

 

"Karena ada kelangkaan pupuk, kami ada yang menggunakan pupuk, sampai berbulan-bulan pupuk Ponska dan Urea baru tersedia stoknya,” ujar Muslimin salah satu Petani Jagung, Senin 7 November 2022.

 

Dikatakan, untuk mendongkrak produksi tanaman jagung penanaman kali ini banyak petani tak menggunakam pupuk Ponska dan Pupuk Urea. 

 

BACA JUGA:Terendam Banjir, Ratusan Hektare Lahan Sawah di Muratara Gagal Panen

 

"Banyak tanaman menjadi kerdil dan buahnya cenderung kecil-kecil jauh berbeda dengan pakai pupuk," tandasnya.

 

‎ Sementara itu, Marsudi petani mengaku hasil musim tanam kali ini mereka tak bisa diandalkan, lantaran kualitas jagung yang cenderung tak maksimal. 

 

"Kayaknya akan berdanpak pada hasilnya nanti, sudah nanpak dari batangnya yang cenderung kerdil," tandasnya.

 

BACA JUGA: Pupuk Kosong, Petani Jagung di OKUS Terancam Gagal Panen

 

Kelangkaan pupuk bersubsidi pemerintah hampir merata di berbagai Kecamatan, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

 

Dampaknya, kalangan petani terpaksa menunda tanam jagung.

 

Sebagian petani yang nekat tetap melakukan penanaman, terancam mengalami gagal panen akibat tak tersedianya pasukan pupuk dibutuhkan.

 

Salah satu petani Jagung di Kecamatan Tiga Dihaji, Am (38) mengatakan, pupuk sudah sangat sulit didapat dua bulan terakhir.

 

Sehingga dia mengambil keputusan menunda penanaman.

 

BACA JUGA:Sawah di Rawas Ilir Gagal Panen, Penyebabnya Karena Ini

 

"Sudah dua bulan belum dapat pupuk baik Pupuk Urea dan Ponska, tidak ada stoknya bukan langka, ,” katanya, Ahad, 18 September 2022. 

 

Dikatakan, mereka sudah berulangkali melakukan order pupuk ke agen pupuk setempat namun mengalami kekosongan.

 

“Gimana mau tanam, kalau pupuk tidak ada, khawatir akan gagal panen," katanya. 

 

Sementara itu, Doni petani lain mengaku, sebagian petani jagung nekat melakukan penanaman, meski tak tersedianya pupuk. 

 

“Kalau kebutuhan pupuk tanaman jagung tak terpenuhi pasti gagal panen, banyak petani sudah tanam terancam alami gagal panen,” pungkasnya.  

 

Sebelumnya, petani jagung di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan resah dengan kelangkaan pupuk bersubsidi belakangan ini.

 

Salah satu petani jagung di Kecamatan Tiga Dihaji, Dian (30) mengatakan, pupuk bersubsidi belakangan sulit didapat. 

 

BACA JUGA:Kemarau Datang, Petani Padi Khawatir Gagal Panen

 

Apabila ada, harganya sangatlah mahal. 

"Pupuk urea dan ponska langka.

 

Padahal paling dibutuhkan petani jagung di saat pemupukan,” katanya, beberapa waktu lalu.

 

Ia menyatakan, dirinya sudah memesan pupuk lebih awal demi mempersiapkan kebutuhan pupuk jagung. 

 

Soalnya, ada sejumlah pengecer mengalami kekosongan stok. 

 

“Dua pekan kemarin sempat kosong, agen di sini bilang belum ada stok. 

Padahal, kami sangat butuh pupuk,” tambahnya. 

 

Sementara itu, Agus, petani lainnya mengaku kerap dirugikan dengan sulitnya mendapatkan pupuk ketika menjelang musim tanam.

 

 “Kalau pupuk kosong begini, kami petani akan merugi karena tak mampu memenuhi kebutuhan tanaman,” pungkasnya.  

Kategori :