Melihat Kembali Sejarahnya di Tanah Air Indonesia
BACA JUGA:Meluncur 2025! Inilah Motor Listrik Mirip Transformer Bisa Berubah Jadi Roda Tiga
BACA JUGA:Lowongan Kerja Terbaru BUMN Bank Mandiri, Benefit dan Fasilitas Menarik Simak Syaratnya
Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang memasuki era nuklir, ditandai dengan peresmian pengoperasian reaktor pertama oleh Presiden Soekarno di Bandung pada 28 Februari 1965.
Reaktor ini dinamakan reaktor TRIGA 2000, dimana sumber daya manusia Indonesia dapat dikatakan tidak kalah dengan para ahli dari luar negeri.
Terrbukti, pemuda pemudi Indonesia mampu membangun reaktor dengan kapasitas 100 KW di Yogyakarta.
Reaktor ini dinamakan Kartini karya teknisi Indonesia, demi menjaga eksistensi keilmuan dan riset, Indonesia juga membangun reaktor berkapasitas 30 MW.
BACA JUGA:Tim Asrena Polri Pantau dan Evaluasi PEKPPP Instansional Tahun 2024 di Polres Lubuklinggau
Reaktor ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara reaktor serbaguna dengan nama GA Siwabessy ini masih beroperasi hingga sekarang.
Reaktor digunakan untuk keperluan dan produksi radio isotop maupun pengujian bahan material.
BRIN Telah Melakukan Riset Terkait Reaktor Nuklir
Kini, Badan Riset Intelijen Negara (BRIN) sendiri sadah selesai melakukan desain small modular reaktor dengan nama Peluit 40.
BACA JUGA:WOW! Samsung Galaxy A40 Layar Anti Lecet Cocok Buat Kamu Jadi Andalan Kamu Dimedan Berat
Reaktor modular berkapasitas 40 MW selain mampu menghasilkan energi listrik juga mempunyai buangan uap panas yang dapat dimanfaatkan untuk produksi hidrogen.