Menurut Anton, tren pembiayaan kendaraan listrik terus meningkat, didorong oleh berbagai stimulus pemerintah.
BACA JUGA:Hyundai EV Charging Subscription, Kini Bisa Isi Daya Mobil Listrik dengan Lebih Mudah
BACA JUGA:Mobil Listrik GAC Aion Y Plus Diluncurkan di Pasar Otomotif Indonesia, Yuk Intip Spesifikasinya!
Salah satunya insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan listrik hingga 31 Desember 2025.
“Insentif ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, sehingga kami optimis permintaan pembiayaan EV akan terus meningkat,” jelasnya.
Awal tahun ini BSI telah menggandeng beberapa produsen otomotif EV melalui penandatanganan kerjasama pembelian EV dan juga dealer penyedia EV.
Di internal BSI sendiri, Pada tahap pertama tahun ini, telah disiapkan 139 kendaraan listrik yang digunakan sebagai kendaraan operasional.
Hal ini dilakukan sebagai langkah awal mendukung program Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 melalui pengurangan emisi karbon kendaraan.
Selain itu, BSI juga menawarkan berbagai promo menarik untuk pembiayaan kendaraan ramah lingkungan.
“Kami menjalin kerja sama dengan beberapa merek kendaraan listrik, mengoptimalkan potensi dari 21 juta nasabah BSI, serta menyediakan DP rendah dan hadiah menarik untuk nasabah pembiayaan kendaraan listrik,” katanya.
Anton mengatakan bahwa BSI optimistis dapat terus berkontribusi dalam percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
BACA JUGA:Wuling Luncurkan New Air ev di Palembang, Tampilan Interior Lebih Modern, Tawarkan Promo Menarik
BACA JUGA:Hyundai Luncurkan IONIQ 5 Limited Edition, Bawa Inovasi Baru untuk Industri Otomotif Indonesia
Sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan ekosistem transportasi ramah lingkungan.