Permukaan dinding sumur sering menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Gunakan cairan pembersih berbahan dasar klorin untuk menggosok dinding dan dasar sumur secara menyeluruh.
Langkah ini efektif mencegah munculnya lendir dan bau tak sedap di kemudian hari.
3. Perdalam Galian atau Perbaiki Konstruksi Sumur
Sumur yang terlalu dangkal lebih mudah tercemar limbah permukaan atau air hujan.
Cobalah menggali lebih dalam hingga mencapai lapisan tanah yang stabil dan tidak terkontaminasi.
Lapisi dinding sumur dengan beton agar struktur lebih kuat dan tahan kontaminasi.
BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok Pertamax di Palembang Stabil, Distribusi Terus Dilakukan Bertahap
4. Lakukan Disinfeksi Menyeluruh Secara Berkala
Jika masalah bau dan warna tetap berulang, lakukan disinfeksi menyeluruh menggunakan larutan klorin dengan konsentrasi lebih tinggi.
Untuk keamanan, disarankan menggunakan jasa profesional agar tidak merusak kualitas air dan struktur sumur.
5. Periksa dan Ganti Filter PAM Secara Berkala
BACA JUGA:Perusahaan Batubara Berikan Beasiswa Bagi Pelajar SMA dan SMK di Muba
Bagi pengguna air PAM, filter yang kotor bisa menjadi sumber utama air berwarna dan berbau.
Bersihkan atau ganti filter minimal sebulan sekali, tergantung tingkat endapan di dalam saluran.