Dukung Transisi Iklim, Taiwan Ikut Gerakan Global 'Mutirao', Ini Penjelasannya

Minggu 09-11-2025,06:56 WIB
Reporter : Sulis Utomo
Editor : Sulis Utomo

Kemudian pada Juni 2024 dibentuk Komite Perubahan Iklim Nasional di bawah Kantor Presiden guna menggerakkan partisipasi masyarakat dan memperkuat dialog tentang tata kelola iklim. 

BACA JUGA:Perkuat Arus Logistik Lewat Jalan Tol, HKI Sabet Penghargaan Bergengsi Ini

BACA JUGA:ISTIMEWA! Lulusan Jurusan Ini Peluang Lolos CPNS 2026 Lebih Tinggi

Dari sini Taiwan menargetkan pengurangan emisi sebesar 26-30 persen pada 2030 dan 36-40 persen pada 2035 dibandingkan tahun sekarang.

Target jangka menengah

Ditambahkan Peng Chi-ming, Taiwan menempatkan target jangka menengah sebagai strategi inti menuju emisi nol bersih pada 2050. 

Kerangka tata kelola iklim berbasis aksi kini terus diperkuat melalui Climate Change Response Act yang secara hukum menetapkan target net-zero 2050.

BACA JUGA:HARAPAN BARU! Guru Honorer Swasta Bakal Diangkat PPPK Paruh Waktu?

BACA JUGA:Astra Motor Racing Team Konsisten Podium di Final Mandalika Racing Series 2025

Sejalan dengan pembaruan NDC di bawah Paris Agreement, Taiwan secara sukarela melaksanakan komitmen Pasal 4 perjanjian tersebut. 

Target pengurangan emisi 2030 ditingkatkan menjadi 28 persen ± 2 persen dibandingkan 2005 dengan sasaran 32 persen ± 2 persen pada 2032 dan 38 persen ± 2 persen pada 2035.

Dalam upaya mendukung langkah itu, lanjut Peng Chi-ming, Taiwan meluncurkan Comprehensive Carbon Reduction Action Plan, dimana tiap kementerian meninjau ulang dan memperkuat program mitigasinya.

Di sisi lain, Dewan Nasional Pembangunan Berkelanjutan memimpin koordinasi atas 20 aksi mitigasi unggulan, termasuk percepatan tenaga surya dan angin lepas pantai, teknologi panas bumi, penyimpanan energi serta bahan bakar rendah karbon dan hidrogen.

BACA JUGA:Puluhan Ribu Bikers Berkumpul di Puncak Honda Bikers Day 2025 di Garut

BACA JUGA:36 Peserta Pelatihan Migas di Cepu Resmi Diberangkatkan, Ini Pesan Bupati Muba

Berikutnya adalah penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS) serta efisiensi energi, elektrifikasi kendaraan niaga, bahan bakar penerbangan berkelanjutan, pertanian rendah karbon, dan gaya hidup berkelanjutan net-zero.

Upaya ini didukung enam inovasi kelembagaan, yaitu inovasi teknologi, dukungan keuangan, penetapan harga karbon, adaptasi regulasi, pengembangan tenaga kerja hijau, dan partisipasi masyarakat.

Transparansi, keadilan, dan partisipasi publik

Kategori :