JAKARTA, PALPRES.COM – Perkuat keselamatan dan keteraturan jaringan jalan nasional, PT Hutama Karya mengintegrasikan sistem Blu-E dengan Kementerian Perhubungan.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung dalam peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement Hub (ETLE HUB) di Jakarta, Senin 10 Agustus 2026 ini, menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung arah Asta Cita Pemerintah.
Penandatanganan kerja sama integrasi Blu-E dilakukan antara Kementerian Perhubungan dengan sejumlah mitra strategis.
Kerja sama integrasi Blu-E menjadi bagian dari penguatan pemanfaatan data kendaraan angkutan yang dikelola Kementerian Perhubungan dengan sistem dan infrastruktur pengawasan yang dimiliki para pemangku kepentingan.
BACA JUGA:Deteksi Kendaraan ODOL Makin Canggih, Hutama Karya Gunakan Sistem WIM, Ini Hasilnya
BACA JUGA:Ratusan Truk ODOL Terjaring di Jalan Tol Hutama Karya, WIM Deteksi 342.748 Kendaraan Bermasalah
Bagi Hutama Karya, kerja sama tersebut memungkinkan data kendaraan angkutan pada platform Blu-E diintegrasikan dengan sistem Weigh in Motion (WIM) yang sebelumnya telah terpasang di sejumlah ruas jalan tol Hutama Karya.
Melalui integrasi tersebut, kendaraan angkutan yang terdeteksi oleh WIM dapat terhubung dengan basis data Blu-E untuk mendukung proses identifikasi dan pencatatan kendaraan secara lebih terintegrasi.
Pemanfaatan data ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas pengawasan kendaraan angkutan barang, termasuk dalam mengidentifikasi kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL).
Secara terpisah, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyampaikan bahwa integrasi Blu-E dan WIM akan memperkuat pemanfaatan data dalam pengawasan kendaraan angkutan barang di jalan tol.
BACA JUGA:Kampanyekan Selamat Sampai Tujuan, Hutama Karya Dukung Gerakan Zero ODOL di Jalan Tol
BACA JUGA:Hutama Karya Lepas Pendampingan Sentra Kriya Ogan Ilir, 65 Perajin Kini Siap Mandiri
Hingga Juli 2026, melalui sistem WIM yang telah terpasang, tercatat sebanyak 342.748 kendaraan teridentifikasi terindikasi ODOL.
“Data yang telah kami himpun melalui WIM menunjukkan pentingnya pengawasan ODOL yang semakin terintegrasi.
Dengan integrasi Blu-E, hasil deteksi WIM nantinya dapat terkoneksi dengan data kendaraan angkutan yang dikelola Kementerian Perhubungan, sehingga proses identifikasi dan pencatatan kendaraan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berbasis data.