Dalam konteks seperti itu, gagasan tentang kemandirian nasional bukanlah romantisme belaka. Tetapi di sinilah terdapat persoalan penting.
Dari Kapasitas Personal ke Kapasitas Institusional
BACA JUGA:Dewan Pers Kecam Keras! 3 Jurnalis RI Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza
BACA JUGA:Bukan Sekadar Seremonial: Ini Pesan Kuat Dewan Pers untuk Masa Depan Jurnalisme Indonesia
Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kaya dan tegas. Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara.
Prabowo mempunyai sejumlah obsesi yang relatif jelas: swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, dan pembangunan manusia.
Di antara semua program tersebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol paling kuat selama dua tahun pemerintahannya. Secara filosofis, MBG sebenarnya memiliki dasar yang sangat menarik.
Negara tidak hanya bertugas membangun jalan, bendungan, atau kawasan industri.
Negara juga berkewajiban memastikan bahwa anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mempunyai kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya.
Prabowo menyebut MBG sebagai investasi untuk generasi masa depan. Dalam rancangan APBN 2026, program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.
Tetapi semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan tata kelolanya.
Program yang menyangkut makanan puluhan juta anak tidak cukup hanya memiliki niat baik.
Ia membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional, dan sistem pertanggungjawaban yang ketat.
Peristiwa keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah menjadi peringatan keras.
Ribuan siswa dan guru dilaporkan sakit, dan pemerintah kemudian memperketat pengawasan dapur serta distribusi makanan. Di sini terlihat sebuah hukum sederhana pemerintahan:
“Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya”.
Perlu Dukungan Data Empiris
Pemerintahan Prabowo juga menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda utama. Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras meningkat secara signifikan.