Banner Honda PCX

Biarkan Kampus Tumbuh dari Akarnya

Biarkan Kampus Tumbuh dari Akarnya

Penulis: Harry Yogsunandar, S.IP., M.I.Kom, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNSRI-Ist-

Ia tumbuh dalam lingkungan yang memberi ruang untuk bertanya, ruang untuk berbeda, ruang untuk mengoreksi, ruang untuk mengatakan 'kita mungkin keliru', dan ruang untuk mempertanggungjawabkan setiap kesimpulan.

Itulah sebabnya kebebasan akademik bukan aksesori kehidupan kampus. Ia adalah jantung universitas.

Jika seluruh energi perguruan tinggi habis untuk mengejar daftar capaian, terdapat risiko universitas perlahan berubah dari ruang produksi pengetahuan dan perawatan kewarasan menjadi organisasi produksi indikator.

Kita mungkin mempunyai semakin banyak angka, tetapi belum tentu mempunyai semakin banyak pemikiran.

Kita mungkin memperoleh semakin banyak pengakuan, tetapi belum tentu semakin berani mempertanyakan apa yang salah.

Kita mungkin menghasilkan semakin banyak lulusan, tetapi belum tentu menghasilkan manusia yang bertanggung jawab terhadap pengetahuan, masyarakat, dan nuraninya sendiri.

Biarkan Ia Berakar

Arah kebijakan mutu terbaru sebenarnya memberikan peluang untuk keluar dari jebakan keseragaman.

Sistem penjaminan mutu memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan indikator yang sesuai dengan visi, misi, positioning, dan karakter institusinya. Ini arah yang patut dijaga.

Tantangannya adalah memastikan semangat tersebut tidak berhenti pada tingkat kementerian atau universitas, tetapi benar-benar sampai kepada fakultas, program studi, dosen, dan mahasiswa.

Sebab keberagaman perguruan tinggi tidak cukup diakui melalui dokumen. Ia harus mendapatkan ruang dalam cara kita mengukur keberhasilan.

Kita membutuhkan standar nasional untuk memastikan tidak ada perguruan tinggi yang berada di bawah mutu yang seharusnya.

Tetapi setelah standar dasar itu terpenuhi, berikan ruang kepada kampus untuk menemukan keunggulannya sendiri.

Biarkan program studi bertanya kepada lingkungan tempat ia tumbuh.

Biarkan dosen menemukan masalah yang dianggap penting oleh ilmu dan masyarakatnya.

Biarkan mahasiswa mengenali dunia bukan hanya melalui apa yang sedang ramai dibicarakan secara global, tetapi juga melalui persoalan yang setiap hari mereka lihat, dengar, sentuh, dan alami.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait