Banner Honda PCX

Biarkan Kampus Tumbuh dari Akarnya

Biarkan Kampus Tumbuh dari Akarnya

Penulis: Harry Yogsunandar, S.IP., M.I.Kom, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNSRI-Ist-

Dan yang tidak kalah penting, biarkan kampus tetap menjadi ruang yang menjaga manusia tetap waras.

Waras ketika kekuasaan terlalu kuat.

Waras ketika pasar terlalu dominan.

Waras ketika teknologi bergerak terlalu cepat.

Waras ketika masyarakat terbelah.

Waras ketika kebenaran menjadi tidak populer.

Sebab di situlah universitas menemukan tanggung jawab terbesarnya: bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi menjaga agar pengetahuan tetap berpihak pada akal sehat, tanggung jawab, kemanusiaan, dan kebenaran.

Pengetahuan yang besar tidak selalu lahir karena seseorang mengejar sesuatu yang jauh.

Kadang-kadang ia lahir karena seseorang bersedia melihat dengan sungguh-sungguh tanah tempat kakinya berpijak.

Perguruan tinggi tidak membutuhkan kebebasan agar semuanya tumbuh sama.

Ia membutuhkan kebebasan justru agar masing-masing dapat menemukan tanah tempat ilmunya berakar.

Negara perlu menjaga mutu, menyediakan ekosistem yang sehat, memastikan akuntabilitas, dan melindungi kebebasan akademik.

Selebihnya, biarkan kampus tumbuh dari akarnya.

Sebab sebuah bangsa tidak membutuhkan barisan pohon yang semuanya sama.

Ia membutuhkan hutan pengetahuan yang hidup, kritis, bertanggung jawab, dan tetap waras.

Rujukan Regulasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait