Musrenbang OKI 2027: Menjaga Pertumbuhan, Menekan Ketimpangan
Wabup Supriyanto buka kegiatan Musrenbang RKPD OKI 2027-palpres.com -
Kedua, tata kelola pemerintahan, dimana Pemerintah daerah mendorong digitalisasi layanan publik, peningkatan akuntabilitas, serta reformasi birokrasi agar lebih adaptif dan responsif.
Ketiga, ekonomi berkelanjutan yang strateginya mencakup peningkatan produktivitas pertanian, penguatan UMKM, hilirisasi komoditas unggulan, serta pembangunan infrastruktur ekonomi.
Sejumlah target konkret dipasang untuk 2027. Di antaranya, perluasan akses listrik bagi 4,95 persen rumah tangga yang belum terlayani, serta penyediaan air bersih bagi 21,18 persen rumah tangga.
BACA JUGA:BRImo Hadirkan Layanan Pesan Obat Antar ke Rumah, Beli Obat Makin Praktis
Produksi pangan ditargetkan naik 4,10 persen, sementara kondisi jalan mantap ditingkatkan hingga 28,36 persen atau sekitar 416 kilometer.
Di sektor kesehatan, prevalensi stunting ditargetkan turun menjadi 16,30 persen, dengan usia harapan hidup mencapai 74,80 tahun. Pemerintah juga menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 2,63 juta ton CO₂e sebagai bagian dari komitmen lingkungan.
Sebagai daerah agraris, OKI tetap bertumpu pada sektor pangan dan perkebunan.
Produksi beras berada di kisaran 500–600 ribu ton per tahun, sementara komoditas unggulan seperti karet dan sawit menjadi penopang ekonomi wilayah.
Ruang Partisipasi dan Batas Fiskal
Musrenbang tahun ini juga mencerminkan tingginya partisipasi publik.
Tercatat 3.649 usulan masuk dalam sistem perencanaan daerah, terdiri dari 1.923 pokok pikiran DPRD dan 1.726 usulan masyarakat.
Namun ruang fiskal menjadi tantangan tersendiri. Pagu indikatif RKPD 2027 diproyeksikan sekitar Rp2,21 triliun, relatif stagnan dan bahkan menurun dibanding tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi transfer pusat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

