Honda

Lestarikan Budaya Lewat Desain Interior dan Arsitektur

Lestarikan Budaya Lewat Desain Interior dan Arsitektur

Kepala Disperkim Sumsel Ir Basyarudin, MSc saat menjadi narasumber seminar Nasional di Ballroom Hotel Aston Palembang, Kamis, (18/08/2022).-tangkapan layar youtube-

PALEMBANG, PALPRES.COM - Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Sumatera Selatan (Sumsel) Ir. Basyarudin, MSc mengajak masyarakat Sumatera untuk melestarikan bangunan yang bernilai sejarah dan budaya di Sumsel lewat desain interior dan arsitektur.

Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber Seminar Nasional yang digelar Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Sumsel, dengan tema “Pemaknaan Budaya Takbenda Sumsel Dalam Penerapan Desain Interior & Arsitektur ” di Ballroom Hotel Aston Palembang, Kamis, (18/08/2022).

Dia mengaku, saat ini pihaknya sedang menginventarisir seluruh ruang publik di Sumsel, kemudian dibangun dengan ornamen atau motif khas Sumatera Selatan. Seperti tahun kemarin pihaknya sudah membuat ornamen khas dengan motif songket pada pagar Monpera.

“Dalam melihat ornamen tersebut tentunya ada yang eksplisit dan implisit. Saya lebih suka yang implisit dengan memberikan kesempatan kepada orang untuk menghayal dulu, dengan memaknai ornamen tersebut. Kedepan pihaknya akan membuat setiap sudut Kota dihiasi dengan motif atau ornamen kearifan lokal ,”jelasnya.

BACA JUGA:CPI Gelar Diskusi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan

Dia menambahkan, dalam membuat ornamen dan dekoratif tidak hanya unsur kebendaan saja tetapi juga bisa menggunakan unsur alam seperti pepohonan, gunung, sungai.

“Bisa juga dari unsur hewan seperti dari macan Sumatera kemudian diterjemahkan dalam desain interior, tidak hanya terpaku pada songket ataupun unsur dekoratif bangunan. Dalam mendesain tidak harus diprint out (copy paste) tetapi bisa diolah disesuaikan dengan tema dan pemaknaan dari ornamen yang digunakan sehingga bisa dilihat secara implisit bentuk songket atau ornamen lain yang digunakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HDII Sumsel Dian Anggraini, dalam sambutannya mengatakan Sumatera Selatan memiliki banyak kebudayaan dan kearifan lokal suku dan budaya serta berbagai jenis rumah adat.

Seperti ornamen, simbol, filosofi dan lain-lain yang memiliki ikatan erat dengan kesenian bahkan bentuk arsitektur interior sehingga perlu diwariskan dan dipertahankan kelestariannya.

BACA JUGA:Kantor Pencarian dan Pertolongan Palembang Gelar Upacara HUT RI, Hery Marantika: Jangan Lupakan Sejarah

Sebagai upaya mempertahankan karakteristik adat budaya dan kearifan lokal tersebut harus dilakukan pelestarian ke dalam bangunan sehingga bisa dijadikan identitas budaya.

“Oleh karena itulah, melalui seminar ini diharapkan dapat menjadi pengenalan identitas budaya dan kearifan lokal Indonesia khususnya Sumatera Selatan sehingga budaya kita dapat dilestarikan disebarluaskan melalui desain interior maupun arsitek,” harapnya.

Adapun narasumber lainnya, Ir Hj Meivirina Hanum, M. T membahas tentang “Eksotisme Pedalon Rumah Limas & Integritas Wong Rumah”, dan Dr Dra Yuni Purnama, M Hum., HDII membahas “Desain Interior dengan Ambiance Sumatera Selatan”.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: