Honda

Puluhan Tutup Penyerapan Air Jembatan Fly Over Sejaro Sakti-KPT Tanjung Senai Hilang

Puluhan Tutup Penyerapan Air Jembatan Fly Over Sejaro Sakti-KPT Tanjung Senai Hilang

Tutup penyerapan air di jembatan Fly Over penghubung Desa Sejaro Sakti dan desa lainnya yang berada di Kompleks Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Ogan Ilir hilang.-Widjan-Palpres.com

INDRALAYA, PALPRES.COM- Tutup penyerapan air di jembatan Fly Over penghubung Desa Sejaro Sakti dan desa lainnya yang berada di Kompleks Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Ogan Ilir hilang dan diduga kuat dicuri orang tak bertanggungjawab.

Pantauan Palpres.com, bukan hanya satu atau dua besi ukuran 30 cm x 30 cm saja yang hilang, melainkan ada puluhan yang lenyap. 

Melihat kondisi di lapangan, sepertinya pencurian dilakukan dengan cara merusak semenan sisi kanan kiri besi tersebut.

Besi ini manfaatnya untuk jembatan tersebut untuk menghalangi sampah-sampah masuk, jika hujan turun. Dengan hilangnya besi ini, tampak sampah-sampah menyumbat aliran air.

BACA JUGA:Walikota Prabumulih Perbolehkan Pedagang Berjualan di Fly Over Patih Galung, Tapi Ada Syaratnya 

Jika dibiarkan terlalu lama, sampah akan menyumbat aliran air, dan air bisa menggenangi jalan yang mengakibatkan jalan akan rusak.

“Selain lalu lalang kendaraan, baik roda empat dan roda dua, jembatan ini dijadikan muda mudi untuk nongkrong menikmati panorama keindahan alam sekitar jembatan ini," ujar Jun, warga sekitar, Senin 26 Desember 2022.

Dengan banyaknya hilang besi tersebut, warga sangat menyayangkan, dan harus ada tindakan tegas dari pihak Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan pihak berwajib.

"Jika perlu dipasang CCTV jembatan ini, biar pelaku yang mengambil besi dan merusak jembatan ini bisa tertangkap. Kasi efek jera lah, biar tidak berulang hilangnya besi jembatan ini," tegasnya.

BACA JUGA: Pedestrian Selesai, Wujud Kota Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Mulai Tampak

Menurutnya, beberapa waktu lalu, sudah ada mudah mudi yang merusak dan mengambil besi penyaring aliran air jembatan tersebut. 

“Saya juga dapat informasi, ada yang pernah tertangkap beberapa pemuda, tapi dilepas, dengan membuat perjanjian di atas materai," katanya.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PU PR) Ruslan saat dikonfirmasi terkait hilangnya besi tutup penyerapan air ini mengaku belum mengetahui hal ini.

"Terima kasih informasinya, kami belum tau ini, tapi akan kita tindak lanjuti, dengan akan mengecek ke lapangan dan akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: palpres.com