BACA JUGA:BRI Umumkan Pemenang BRImo FSTVL 2024, Nasabah Bawa Pulang Mobil BMW hingga Ribuan Tabungan Emas
BRI berhasil mencatatkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang membaik-BRI-
“Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi.
Terutama di tengah kondisi tekanan ekonomi dan geopolitik global seperti perang tarif,” ujar Mucharom.
Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir Triwulan I BRI berhasil mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp1.373,66 triliun atau tumbuh 4,97% yoy.
Penyaluran kredit BRI masih didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97% dari total kredit BRI, atau dengan nominal sebesar Rp1.126,02 triliun.
BACA JUGA:Catatkan Laba Rp13,8 Triliun, BRI Tumbuh Positif di Tengah Dinamika Ekonomi Global
BACA JUGA:Pengusaha UMKM Ini Mampu Naik Kelas Berkat LinkUMKM BRI, Kembangkan Produk dan Perluas Skala Usaha
Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan
Capaian positif ini mempertegas komitmen BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Melalui dukungan pembiayaan kepada sektor produktif, BRI berperan strategis dalam membuka lapangan kerja baru dan berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan nasional.
Sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
BACA JUGA:Kisah Sukses ‘Bali Nature’, UMKM yang Go Internasional Setelah Mendapat Sentuhan Pemberdayaan BRI
BACA JUGA:Super App BRImo Jadi Andalan, Digunakan 40 Juta User, Catat Transaksi Rp1.599 Triliun dalam 3 Bulan
Sebagai informasi, Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom yang diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 24 Maret 2025, dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya setelah mendapatkan persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan OJK.