Taiwan Ajak Dunia ‘Chip In’: Akui Perannya di Panggung Global

Rabu 10-09-2025,05:58 WIB
Reporter : Sulis Utomo
Editor : Sulis Utomo

BACA JUGA:Kekuatan Perempuan Taiwan Menanjak di Kancah Internasional, Ini Buktinya

BACA JUGA:Wow! Mikha Tambayong Raih Penghargaan Sebagai Duta Pariwisata Taiwan

“Sayangnya, meskipun memberikan kontribusi besar bagi dunia, Taiwan tetap belum diakui oleh sebagian besar komunitas internasional, dan masih tersisih dari sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” tegas Lin Chia-lung.

Pengecualian yang tidak adil ini akibat interpretasi keliru Resolusi Majelis Umum PBB 2758.

 Resolusi tersebut secara keliru dikaitkan “Prinsip Satu China” dan China terus menggunakannya sebagai senjata untuk menghalangi partisipasi Taiwan.

Resolusi 2758 tidak menentukan status Taiwan. Resolusi itu hanya membahas representasi China di PBB. 

BACA JUGA:Beasiswa MOE Taiwan 2025 Beri Kesempatan Buat Pelajar Indonesia, Tiap Bulan Dapat Rp9,8 Juta!

BACA JUGA:Jelang Imlek, Seri Mini-Dokumenter Karya Sutradara Indonesia Ini Tayang di Channel TV TaiwanPlus

Resolusi itu tidak menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) serta tidak memberi RRT hak untuk mewakili Taiwan dalam sistem PBB.

Meskipun demikian PBB tunduk pada tekanan politik Tiongkok dan menggunakan resolusi tersebut sebagai alasan untuk mengecualikan Taiwan dari komunitas internasional. 

Taiwan terus menyuarakan ketidakadilan ini dan mendapatkan semakin banyak dukungan.

Seiring meningkatnya dukungan yang kian menguat dari dunia internasional, negara-negara di seluruh dunia semakin menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, baik dalam forum bilateral maupun multilateral seperti KTT G7.

BACA JUGA:Taiwan Protes Indonesia, Gegara Disebut Bagian Tak Terpisahkan dari Tiongkok

BACA JUGA:Kenang 48 Tahun Kerja Sama Taiwan-Indonesia, Taiwan Technical Mission Paparkan Hal Ini

Lembaga eksekutif dan legislatif di banyak negara juga secara terbuka menegaskan bahwa Resolusi 2758 tidak menentukan status Taiwan maupun melarang partisipasinya dalam organisasi internasional, termasuk sistem PBB.

Menjelang ulang tahun PBB ke-80 dan sisa lima tahun pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), kata Lin Chia-lung, sudah saatnya PBB memenuhi visinya “tidak meninggalkan siapa pun” dengan melibatkan Taiwan.

Kategori :