Respons tubuh bayi bisa menjadi indikator penting selama ibu berpuasa.
Jika gerakan janin terasa berkurang atau tidak seperti biasanya, itu bisa menjadi tanda tubuh membutuhkan asupan tambahan.
Pemeriksaan kehamilan rutin tetap harus dilakukan, meski sedang menjalankan ibadah puasa.
6. Berbuka dengan Menu Seimbang, Bukan Berlebihan
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Puasa Senin–Kamis Jadi Latihan Sehat untuk Tubuh dan Jiwa, Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Ini Daftar Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur
Saat berbuka, hindari langsung makan berlebihan.
Awali dengan air putih dan makanan ringan, lalu lanjutkan dengan menu utama yang seimbang.
Asupan protein, karbohidrat, dan vitamin tetap diperlukan untuk mengganti energi yang hilang sekaligus menunjang pertumbuhan janin.
7. Suplemen Tetap Wajib, Jangan Ditinggalkan
BACA JUGA:Tak Sekadar Segar! Ini Manfaat Es Jeruk Saat Berbuka Puasa yang Wajib Diketahui
BACA JUGA:Puasa Tetap Kuat Sebulan Penuh! Ini 6 Cara Sederhana Agar Tubuh Selalu Fit Saat Ramadan
Ini poin penting yang sering dilupakan.
Puasa bukan alasan untuk menghentikan konsumsi vitamin dan suplemen kehamilan.
Suplemen yang diresepkan dokter berperan besar dalam mencukupi kebutuhan zat besi, asam folat, dan nutrisi penting lainnya bagi ibu dan bayi.
Oke, dari paparan di atas diketahui jika puasa bagi ibu hamil bukan soal kuat atau tidak, tetapi soal aman atau tidak.
BACA JUGA:Puasa Seharian Tetap Bertenaga? Coba Konsumsi Buah Kweni Ini
BACA JUGA:Rahasia Sehat Alami! 7 Manfaat Temulawak yang Sering Dianggap Sepele