BACA JUGA:Es Teh vs Teh Hangat, Mana yang Lebih Pas untuk Berbuka Puasa?
Penyajian: Disajikan hangat, biasanya sebagai menu makan utama, bisa ditaburi bawang goreng
Ciri khas: Ada rasa ikan yang dominan, kuah santan lebih kaya rempah, tekstur lebih padat dibanding lakso.
Nah, meski memiliki perbedaan dari segi bahan dan bentuk, burgo, celimpungan, lakso dan laksan memiliki sejumlah kesamaan.
Keempatnya merupakan kuliner tradisional khas Palembang yang sudah diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih bertahan sebagai menu favorit masyarakat, khususnya saat bulan Ramadan.
BACA JUGA:Segarnya Bikin Nagih! Jus Mangga Jadi Minuman Favorit untuk Buka Puasa
BACA JUGA:Puasa Lebih Sehat! Ini Alasan Daun Pepaya Layak Dikonsumsi Saat Ramadan
Selain itu, semuanya hidangan ini sama-sama disajikan dengan kuah santan gurih, dinikmati dalam kondisi hangat, serta kerap dijadikan takjil atau menu berbuka puasa karena mampu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Penyajiannya pun hampir selalu dilengkapi sambal, bawang goreng, dan taburan pelengkap, menjadikan burgo, celimpungan, lakso dan laksan bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari tradisi kuliner Ramadan masyarakat Palembang.