Selanjutnya, dalam hadits riwayat Al Bukhari 4/163 dan Muslim 1118, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan:
“Aku pernah melakukan safar bersama Rasulullah di bulan Ramadan, orang yang puasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka tidak mencela yang berpuasa.”
BACA JUGA:Menyambut Ramadan dengan Ilmu: Mengapa Kegembiraan Saja Tidak Cukup? Ini Kata Ustadz Abdullah Roy
BACA JUGA:Siap Berburu Takjil? Intip Persiapan 2 Lokasi Pasar Ramadan di Tepian Ayek Lematang dan MPP Lahat
Hadits ini memberikan satu keterangan adanya pilihan bagi orang yang safar untuk tidak berpuasa.
Walaupun ada juga hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala suka jika rukhshah dilakukan oleh hamba-hamba-Nya.
Sebagaimana hadits shahih riwayat Ahmad 2/108, Ibnu Hibban 2742, dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah menyukai didatanginya rukhsah yang diberikan, sebagaimana Dia membenci orang yang melakukan maksiat.”
BACA JUGA:Puasa Ramadan 1447 H Dimulai! Cek Jadwal Imsak dan Sholat Palembang Kamis, 19 Februari 2026
BACA JUGA:OKI Mart Keliling Sediakan Pangan Murah Ramadan
Berarti terdapat 2 macam dalil yang sifatnya memberikan pilihan dan dalil yang sifatnya menegaskan bahwa sebaiknya mengambil rukhshah.
Namun juga ada dalil seperti dari Abu Said Al Khudri radhiyallahu ta’ala ‘anhu dalam Jami At Tirmidzi dan yang lainnya dan sanadnya shahih.
Dalam hadits shahih riwayat AtTirmidzi nomor 713 ini, beliau menjelaskan:
“Para sahabat berpendapat barangsiapa yang merasa kuat kemudian puasa (maka) itu baik (baginya), dan barangsiapa yang merasa lemah kemudian berbuka (maka) itu baik (baginya).”
BACA JUGA:Ramadan Makin Seru, IndiHome Temani Sahur, Ngabuburit, hingga Lebaran Lebih Bermakna
BACA JUGA:Data Hisab Kemenag: Mengapa 1 Ramadan 1447 H Ditetapkan Kamis, Bukan Rabu? Ini Penjelasannya