“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, BMKG, BNPB, hingga partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian karhutla,” katanya.
BACA JUGA:Antisipasi Mati Lampu, SMPN 3 Lahat Siagakan Genset Demi Kelancaran Ujian TKA Online
BACA JUGA:Update Terbaru: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Daftarnya!
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, luas kebakaran hutan dan lahan pada periode Januari - Februari 2026 mencapai 32.637,43 hektare.
Pada Maret 2026, luas tersebut diperkirakan bertambah sekitar 10.175,48 hektare, dengan wilayah terdampak terbesar antara lain Provinsi Riau dan Kalimantan Barat.
Wakil Bupati OKI, Supriyanto menyatakan, bantuan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah, khususnya dalam mendukung respons cepat di lapangan.
“Bantuan ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan kami, terutama dalam mempercepat respons awal saat terjadi kebakaran lahan,” ujarnya.
BACA JUGA:Siswa Lahat Ujian TKA Pakai Sistem Acak, Kecil Kemungkinan Saling Mencontoh
BACA JUGA:Komitmen Pertamina Patra Niaga Sumbagsel: Jangkau 1.100 Siswa Lewat Sekolah Energi Berdikari
Ia menambahkan, peralatan tersebut akan segera didistribusikan ke wilayah rawan sebagai bagian dari langkah siaga dini karhutla di Kabupaten OKI.
“Kami akan memastikan sarana ini digunakan secara optimal oleh petugas di lapangan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kejadian karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin,” kata Supriyanto.
Pemkab OKI juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.