Dari Museum hingga Metode Belajar, Ini yang Digali Tim Sejarah Unhan RI di Seskoad

Sabtu 07-11-2026,04:26 WIB
Reporter : Sulis Utomo
Editor : Sulis Utomo

BACA JUGA:Bukan Cuma Cek Kesehatan, LPPM Unhan RI-UIN Banten Bawa Program Ini ke Kampung Nelayan Pandeglang

BACA JUGA:LPPM Unhan RI-UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Kolaborasi Penguatan Bela Negara

Nilai sejarah tetap dipertahankan, namun penyajiannya dibuat lebih menarik sehingga pengunjung tidak sekadar melihat benda-benda bersejarah.

Museum juga dapat menjadi ruang belajar.

Dukungan audiovisual hingga mini teater membuat informasi sejarah bisa disampaikan dengan cara yang lebih interaktif.

Konsep tersebut membuka peluang museum menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, pelajar maupun kalangan akademisi.

BACA JUGA:Bela Negara Bisa Lewat Profesi, Begini Pesan Unhan RI untuk Insan Asuransi

BACA JUGA:85 Peneliti Unhan RI Dibekali Strategi Tembus Jurnal Internasional, Ada Scopus hingga Peer Review

Dengan begitu, sejarah tidak berhenti sebagai catatan masa lalu.

Sejarah bisa menjadi sumber pengetahuan sekaligus inspirasi bagi generasi berikutnya.

Cara Belajar Juga Jadi Perhatian

Tim Unhan RI juga mendapatkan gambaran mengenai metode pembelajaran yang dikembangkan di lingkungan Seskoad.

BACA JUGA:Kapus Program Bela Negara LPPM Unhan RI Jadi Penguji Eksternal Promosi Doktor UNM Makassar

BACA JUGA:Kapus Bela Negara LPPM Unhan RI Soroti Tantangan Generasi Muda, dari AI hingga Cyberbullying

Proses belajar diarahkan agar peserta didik lebih aktif.

Mereka tidak hanya mendengarkan materi dari pengajar, tetapi juga dituntut berdiskusi, menganalisis persoalan, membahas studi kasus dan menyampaikan argumentasi.

Sebelum mengikuti pembelajaran, peserta didik didorong mempelajari materi terlebih dahulu.

Kategori :