Lebih dari itu, kita ingin menggali nilai-nilai perjuangan, semangat, gagasan, dan inovasi yang telah menjadi bagian dari perkembangan Unhan RI,” ujar Brigjen TNI Guntur Eko Saputro.
Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyusun sebuah sejarah.
BACA JUGA:LPPM Unhan RI Gandeng UNJ dan Binus, Jajaki Kolaborasi Riset hingga Penguatan Bela Negara
BACA JUGA:Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Doktoral Cohort-8 Unhan RI Mendapat Sambutan Luar Biasa
Berbagai sumber harus dikumpulkan dan diverifikasi.
Mulai dari dokumen, foto, arsip, buku, benda peninggalan hingga keterangan dari narasumber.
Semua sumber tersebut menjadi bagian penting untuk menghasilkan rekonstruksi sejarah yang faktual.
“Sejarah bukan hanya cerita tentang masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi untuk menghadapi masa depan,” tambahnya.
BACA JUGA:Kapus BN dan PKM Monitoring Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Program Doktoral Cohort-8 Unhan RI
BACA JUGA:Kapus Program Bela Negara Unhan RI Bekali SMAN 1 Slawi Wasbang dan Bela Negara, Ini Tujuannya
Karena itu, buku “Sejarah, Inspirasi, Inovasi” diharapkan dapat memperkuat identitas kelembagaan Unhan RI sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi mendatang.
Seskoad Apresiasi Tim Peneliti
Sementara itu, Kolonel Arh. Desi Ariyanto mengapresiasi kunjungan Tim Penelitian Sejarah dan Penyusunan Buku Sejarah Unhan RI.
Menurutnya, sejarah mempunyai posisi penting dalam perjalanan sebuah lembaga.
BACA JUGA:Wujud Kepedulian Sosial, LPPM Unhan RI Serahkan Bingkisan pada Korban Tanah Gerak Tegal
BACA JUGA:Kapus Program Bela Negara Unhan RI Awasi TKD PMB S1 Unhan RI di UPT BKN Ambon
Sejarah bukan hanya kumpulan dokumen, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan memori institusi.