Sedangkan dosen lebih berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan jalannya diskusi.
BACA JUGA:Unhan RI Gandeng BRIN, Peluang Dana Riset Eksternal Kembali Dibuka
BACA JUGA:Unhan RI Bedah Strategi Pembayaran Global, Kedaulatan Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan
Setiap pendapat yang disampaikan harus memiliki dasar teori dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hal serupa diterapkan dalam kegiatan kunjungan akademik.
Kunjungan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dimanfaatkan sebagai ruang bertukar pengetahuan dan berdiskusi secara langsung.
Pendekatan tersebut dinilai penting dalam penyusunan sejarah kelembagaan.
BACA JUGA:LPPM Unhan RI Bekali Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Siswa SMAN 1 Citeureup, Ini Harapannya
Sebab, sejarah tidak hanya berbicara tentang kapan sebuah peristiwa terjadi, tetapi juga mengenai gagasan, proses dan nilai yang membentuk perjalanan sebuah institusi.
Gali Nilai di Balik Perjalanan Unhan RI
Ketua Tim Penelitian Sejarah dan Penyusunan Buku Sejarah Unhan RI, Brigjen TNI Guntur Eko Saputro, mengatakan pengumpulan data menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan sejarah Unhan RI.
Menurutnya, buku tersebut nantinya tidak hanya berisi rangkaian perjalanan institusi dari waktu ke waktu.
BACA JUGA:Kapus Bela Negara LPPM Unhan RI Bekali 40 Fasilitator, Siapkan Penggerak Bela Negara Berbasis Riset
BACA JUGA:Kapus Bela Negara LPPM Unhan RI Bekali 40 Fasilitator, Siapkan Penggerak Bela Negara Berbasis Riset
Ada nilai perjuangan, gagasan dan inovasi yang ingin digali dari perjalanan Unhan RI.
“Penyusunan buku sejarah Universitas Pertahanan RI bukan hanya bertujuan untuk mendokumentasikan perjalanan institusi.