Honda

Jemaah Haji yang Wafat Didominasi Penyakit Jantung, Kemenag Imbau Sesuaikan Aktivitas

Jemaah Haji yang Wafat Didominasi Penyakit Jantung, Kemenag Imbau Sesuaikan Aktivitas

JEDDAH, PALPRES.COM - Kementerian Agama (Kemenag) merilis penyebab jemaah haji Indonesia yang wafat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak haji. Dari 52 jemaah yang wafah, tercatat ada 31 jemaah yang wafat karena penyakit jantung.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana menyampaikan faktor kelelahan memicu jamaah jatuh sakit.

Karenanya, Budi mengimbau jemaah untuk menyesuaikan aktivitasnya selama di Makkah, dan juga di Madinah nantinya bagi yang akan ke madinah.

Apalagi, angka kematian dalam tiga hari terakhir cenderung tinggi.

BACA JUGA:Innalillahi, Hari Ini Ada Lima Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia

“Ini masih lanjutan jemaah yang mengalami kelelahan pasca Armuzna. Kuncinya adalah kita harus menjaga jemaah agar jangan terlalu kelelahan. Aktivitasnya harus disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing jemaah,” jelas Budi di Jeddah, Jumat (15/7/2022).

“Insya Allah kesehatan jamaah akan membaik dalam beberapa hari ke depan,” harapnya.

Data Siskohat menunjukkan, angka wafat jemaah haji Indonesia pada tanggal 11 Juli 2022 mencapai lima orang. Angka ini turun pada 12 Juli 2022 menjadi dua orang, lalu naik lagi sehari berikutnya hingga tujuh orang dalam satu hari. Pada 14 Juli 2022, ada dua jemaah haji Indonesia yang wafat.

“Total sampai dengan sore ini ada 52 jemaah haji yang wafat. Kami imbau jemaah untuk memperbanyak istirahat dan menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi fisiknya. Semoga ke depan jemaah akan semakin sehat, Aamiin,” harapnya.

BACA JUGA:Fase Pemulangan Jemaah Haji Indonesia, Pemerintah Siapkan Skrining Kesehatan Berlapis

Masih berdasarkan Data Siskohat Kementerian Agama, mayoritas jemaah wafat tahun ini disebabkan oleh Cardiovascular Diseases atau penyakit jantung.

Dari 52 jemaah yang wafat, tercatat ada 31 jemaah yang wafat karena penyakit jantung. Di urutan berikutnya ada Respiratory Diseases sebanyak 6 orang dan Neoplasms ada 4 orang.

Seperti diketahui, jemaah haji Indonesia diberangkatkan pada 7 Juli 2022, selanjutnya jemaah menjalani prosesi wukuf di Arafah, menginap (mabit) di Muzdalifah, serta mabit di Mina.

Selama di Mina, jemaah juga melakukan lontar jumrah Aqabah pada hari pertama, dilanjutkan dengan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada dua atau tiga hari berikutnya, hingga 12 Juli 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: https://www.kemenag.go.id/