Honda

Mengenal Support dan Resistance Sebagai Teknik Trading Crypto

Mengenal Support dan Resistance Sebagai Teknik Trading Crypto

Support dan Resistance merupakan salah satu teknik yang diaplikasikan dalam trading aset keuangan, termasuk cryptocurrency, untuk analisis. --Pixabay

BACA JUGA:BSI Resmi Jadi Bank Emas Pertama di Indonesia, Diluncurkan oleh Presiden Prabowo

Namun, seperti yang kita ketahui, arah pergerakan harga tidak selalu konsisten karena dapat beralih antara ketiga jenis tren yang telah disebutkan.

Dengan demikian, level support dapat berubah menjadi resistance jika harga bergerak turun setelah sebelumnya naik, dan sebaliknya, resistance bisa berubah menjadi support ketika harga naik setelah mengalami penurunan.

2. Peluang Transaksi pada support dan resistance 

Peluang transaksi pada support dan resistance dapat dilihat pada ilustrasi di atas, di mana pergerakan harga dari kiri ke kanan membentuk level support dan resistance yang baru. 

BACA JUGA:Ajakan Tarik Dana dari Bank Himbara, Pengamat: Menyesatkan Masyarakat!

BACA JUGA:OIKN Ungkap 6 Bank Akan Beroperasi di IKN pada 2026, Ini Daftarnya!


Support dan Resistance digunakan bersamaan dengan candlestick untuk menganalisis tren atau area pergerakan harga.--Pixabay

Dalam gambar tersebut, tampak bahwa support dan resistance yang digambarkan dengan garis hitam dapat berfungsi sebagai area untuk membeli dan menjual.

Dengan pemahaman ini, batas harga tersebut juga bisa digunakan untuk menganalisis potensi pembalikan tren, baik dari naik menjadi turun maupun sebaliknya.

3. Manajemen Risiko 

Support dan resistance sering digunakan oleh trader dalam manajemen risiko. 

Di mana support digunakan untuk membatasi kerugian jika analisis yang dilakukan ternyata salah, dan resistance dimanfaatkan untuk meraih peluang.

Sering kali, ketika seorang trader melakukan analisis yang keliru, mereka akan membiarkan posisinya terjun ke kerugian yang lebih besar daripada yang bisa mereka terima, dengan harapan harga akan kembali meningkat.

Situasi ini sering kali berujung pada margin call atau kehabisan dana akibat kerugian yang signifikan. 

Sebaliknya, saat trader mulai mendapatkan peluang, mereka bisa terjebak dalam euforia karena merasa harga akan terus naik. 

Namun, terkadang setelah mencapai target, jika trading tidak dihentikan, harga akan berbalik dan menyebabkan kerugian. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: